PPI Belanda Beri Masukan Kurikulum SD

Kompas.com - 07/01/2013, 05:00 WIB
EditorBenny N Joewono

Selain itu siswa diarahkan melakukan pekerjaan keterampilan seperti membuat kue untuk dijual kepada masyarakat dan uangnya disumbangkan untuk legiun veteran dan keluarga.

Forum berpendapat, contoh yang baik yang dapat menjadi rujukkan sebagai ruh pelajaran kewarganegaraan tanpa harus melembagakannya dengan mata pelajaran PPKn.

Forum menilai siswa SD kerap mendapatkan repetisi pelajaran, karena kurikulum yang terlampau berat misalnya materi matematika-statistika. Mata pelajaran tersebut tidak dapat diberikan secara tuntas akibatnya materi yang sama kembali diulang dan akan terjadi repetisi di jenjang pendidikan selanjutnya.

Untuk itu forum menyarankan agar konten kurikulum dievaluasi, dan materi yang dipandang dapat bersifat ulangan, akan time consuming, untuk itu dapat dihilangkan.

Sementara forum juga mengharapkan pemerintah tidak menghapus mata pelajaran IPA pada kurikulum anak SD, dan menganjurkan agar materi diberikan menggunakan pendekatan aspek eksperimental seperti bermain dengan alam atau alat peraga.

Forum meyakini, hal ini akan bermanfaat bagi siswa karena dapat merangsang inquisitive minds (IM) - jiwa yang terusik untuk belajar dan mencari tahu ilmu yang dapat menanamkan minat terhadap sains.

Format serupa juga dilakukan Malaysia yang berdasarkan informasi yang diperoleh PPI Utrecht dari pelajar Malaysia di Belanda, diketahui kurikulum pendidikan Malaysia disusun pada zaman Mahathir Mohammad yang menekankan pendidikan bahasa Inggris yang dapat menerbitlah adagium, siswa di Malaysia yang menyebutkan boleh gagal di semua pelajaran, namun tidak boleh gagal di bahasa inggris.

Forum menilai kesuksesan implementasi kurikulum tidak hanya bertumpu pada substansi kurikulum yang ada, tapi lebih kepada kualitas implementator di lapangan , oleh karena itu menyarankan kepada Pemerintah bahwa kualitas guru perlu diperhatikan.

Sementara itu buku pelajaran hendaknya berisi link atau informasi tentang pengetahuan yang bisa di dapatkan guru dan siswa dari internet, sebagai tambahan materi informasi, baik yang sifatnya hiburan informatif maupun sebagai materi.

Demikian pandangan dan masukan pelajar dan masyarakat Belanda terhadap kebijakan kurikulum 2013 khususnya untuk sekolah dasar dan bermanfaat bagi masyarakat dan pembuat kebijaksanaan.


Tak mau ketinggalan informasi seputar pendidikan dan beasiswa? Yuk follow Twitter @KompasEdu!

Halaman:
Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    Close Ads X