Setahun Tunjangan Nunggak, Ratusan Guru Serbu Kemenag - Kompas.com

Setahun Tunjangan Nunggak, Ratusan Guru Serbu Kemenag

Kompas.com - 29/01/2013, 19:43 WIB

BONE, KOMPAS.com -- Kesal lantaran tunjangan sertifikasi tak dibayarkan selama setahun, puluhan guru agama baik honorer maupun pegawai negeri sipil (PNS) di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan menyerbu kantor Kementerian Agama (Kemenag) di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Macanang, Kecamatan Taneteriattang, Selasa (29/01/2013).

Kedatangan puluhan guru sekitar pukul 11.00 Wita ini langsung membuat sejumlah pegawai Kemenag panik lantaran para guru langsung masuk kantor dan berteriak-teriak tuntut tunjangan sertifikasi.

"Kita sudah satu tahun menunggu tunjangan sertifikasi tapi tidak pernah dibayar. Kami bersurat tidak pernah juga ada respons. Jadi kami butuh kejelasan kapan pembayarannya," teriak para guru.

Berselang beberapa menit kemudian, sejumlah petinggi Kemenag setempat menemuai para guru dan mengajaknay berdialog di ruang aula. Pihak Kemenag mengaku bahwa tunjangan yang dituntut para guru memang belum terbayarkan lantaran tidak cukupnya anggaran dari pemerintah pusat.

"Guru yang tersertifikasi pada 2011 memang seharusnya dibayarkan tunjangan profesi pada 2012. Hanya saja anggaran Dipa Kemenag pada 2012 hanya Rp 15 miliar sehingga tidak mencukupi untuk membayar tunjangan para guru tersebut," ungkap Bendahara Pengeluaran Kemenag, Adhan SE.

Lantaran dialog yang terus mengambang tanpa ada solusi, sejumlah guru mulai geram dan mendesak kapan tunjangan profesi dibayarkan.

"Saya lulus sertifikasi 2011, harusnya terima tunjangan profesi sejak awal 2012, tetapi sampai sekarang belum kami terima," seloroh Rahmiati, salah seorang guru madrasah asal Kecamatan Cenrana.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Harian (PLH) Kepala Kemenag Kabupaten Bone, Drs H Muh Yunus mengakui bahwa sebenarnya anggaran DIPA Kemeneg pada tahun 2012 memiliki kelebihan, yakni Rp 200 juta, namun sudah dikembalikan ke negara.

"Memang ada kelebihan dua ratus juta, tapi kami kembalikan ke negara karena biar dipakai membayar tunjangan, pasti tidak cukup," kilah Yunus.

Setelah diberi penjelasan, para guru kemudian membubarkan diri dengan perasaan kecewa.


EditorFarid Assifa
Komentar

Terkini Lainnya

Saat Konser Rhoma Irama, Pendukung Sudirman-Ida Kenakan Kaus #2018GantiGubernurJateng

Saat Konser Rhoma Irama, Pendukung Sudirman-Ida Kenakan Kaus #2018GantiGubernurJateng

Regional
Irak dan UEA Sepakat Bangun Kembali Masjid Agung di Kota Mosul

Irak dan UEA Sepakat Bangun Kembali Masjid Agung di Kota Mosul

Internasional
Gatot: Apabila Republik Memanggil dan Rakyat Berkehendak, Saya Siap jadi Presiden

Gatot: Apabila Republik Memanggil dan Rakyat Berkehendak, Saya Siap jadi Presiden

Nasional
Kepala Divisi Keuangan First Travel Modali Mantan Pacar Buka Salon Rp 60 Juta

Kepala Divisi Keuangan First Travel Modali Mantan Pacar Buka Salon Rp 60 Juta

Nasional
Tokoh Nomor Dua Houthi Tewas dalam Serangan Udara Koalisi Arab Saudi

Tokoh Nomor Dua Houthi Tewas dalam Serangan Udara Koalisi Arab Saudi

Internasional
Bos First Travel Tak Akui Beli Mobil Hingga Jalan-jalan Keliling Eropa Pakai Uang Perusahaan

Bos First Travel Tak Akui Beli Mobil Hingga Jalan-jalan Keliling Eropa Pakai Uang Perusahaan

Nasional
Jaya Suprana Puji Drama Musikal Napi, Usul DPR Buat Hal yang Sama

Jaya Suprana Puji Drama Musikal Napi, Usul DPR Buat Hal yang Sama

Nasional
Merasa Nama Baik Dicemarkan, Guntur Romli Melapor ke Polda Metro Jaya

Merasa Nama Baik Dicemarkan, Guntur Romli Melapor ke Polda Metro Jaya

Megapolitan
Pemprov DKI Kirim Surat Jawaban soal Tanah Abang kepada Ombudsman Senin Sore

Pemprov DKI Kirim Surat Jawaban soal Tanah Abang kepada Ombudsman Senin Sore

Megapolitan
14 Narapidana Lapas Manokwari Kabur dengan Mengancam Sipir

14 Narapidana Lapas Manokwari Kabur dengan Mengancam Sipir

Regional
Saksi Jelaskan Kronologi Penipuan Hotel BCC, Terdakwa Tjipta Membantah

Saksi Jelaskan Kronologi Penipuan Hotel BCC, Terdakwa Tjipta Membantah

Regional
Militer Israel Lancarkan Serangan ke Artileri Milik Rezim Suriah

Militer Israel Lancarkan Serangan ke Artileri Milik Rezim Suriah

Internasional
Sampaikan 3 Tuntutan, Pengemudi Ojek 'Online' Tunggu Realisasi Janji Komisi V DPR

Sampaikan 3 Tuntutan, Pengemudi Ojek "Online" Tunggu Realisasi Janji Komisi V DPR

Megapolitan
Ratusan Napi Gelar Drama Teater di TIM, Wiranto Nilai Istimewa

Ratusan Napi Gelar Drama Teater di TIM, Wiranto Nilai Istimewa

Nasional
Hilang Dua Bulan, Seorang Pria Ditemukan Tewas di Pulau Tak Berpenghuni

Hilang Dua Bulan, Seorang Pria Ditemukan Tewas di Pulau Tak Berpenghuni

Internasional
Close Ads X