Sosialisasi Kurikulum 2013 Belum Merata - Kompas.com

Sosialisasi Kurikulum 2013 Belum Merata

Kompas.com - 31/01/2013, 08:45 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com- Perubahan Kurikulum 2013 yang rencananya sudah akan diterapkan pada bulan Juli nanti ternyata belum sepenuhnya tersosialisasi dengan baik di kalangan guru. Para guru berharap pemerintah mempercepat proses sosialisasi di kalangan guru, sehingga mereka siap melaksanakan kurikulum baru yang telah ditetapkan pemerintah.

"Sampai saat ini belum ada sosialisasi di kalangan guru. Kami masih bertanya-tanya, perubahan Kurikulum 2013 ini yang pastinya seperti apa," kata Yuanita, salah seorang Kepala SD di Kota Tomohon, Sulawesi Utara, yang dihubungi dari Jakarta, Kamis (31/1/2013).

Terpisah, Kasmawati, Kepala SDN 2 Lamokato, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, mengatakan, sosialisasi perubahan Kurikulum 2013 dari dinas pendidikan setempat baru sampai tingkat kepala sekolah. "Untuk guru direncanakan Februari nanti. Paling bentuknya semacam seminar," ujar Kasmawati.

Menurut Kasmawati, perubahan pembelajaran di tingkat SD dengan cara tematik integratif memerlukan pelatihan yang intensif di kalangan guru. "Kami berharap pemerintah sungguh-sungguh menyiapkan guru. Jangan nanti guru lagi yang disalahkan jika implementasinya dinilai tidak memuaskan seperti kurikulum tingkat satuan pendidikan atau KTSP," papar Kasmawati.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorMarcus Suprihadi

    Terkini Lainnya

    Peti Matinya Dihancurkan, Lansia di China Dapat Kompensasi Rp 2 Juta

    Peti Matinya Dihancurkan, Lansia di China Dapat Kompensasi Rp 2 Juta

    Internasional
    Mulai Tahun Ini, Calon Jemaah Haji yang Meninggal Dunia Bisa Digantikan Keluarganya

    Mulai Tahun Ini, Calon Jemaah Haji yang Meninggal Dunia Bisa Digantikan Keluarganya

    Nasional
    Kepada Sudirman, Ganjar Minta Diajari Buka 5 Juta Lapangan Kerja dalam 5 Tahun

    Kepada Sudirman, Ganjar Minta Diajari Buka 5 Juta Lapangan Kerja dalam 5 Tahun

    Regional
    Partai Hijau di Australia Desak Legalisasi Ganja

    Partai Hijau di Australia Desak Legalisasi Ganja

    Internasional
    Kekuatan Jokowi Untuk Pilpres 2019 Dianggap Lebih Besar Daripada 2014

    Kekuatan Jokowi Untuk Pilpres 2019 Dianggap Lebih Besar Daripada 2014

    Nasional
    Kasus Korupsi Berlian Rp 208 Triliun, Parlemen Zimbabwe Panggil Mugabe

    Kasus Korupsi Berlian Rp 208 Triliun, Parlemen Zimbabwe Panggil Mugabe

    Internasional
    Tertimpa Boneka Beruang saat Tidur, Bayi 18 Bulan Meninggal

    Tertimpa Boneka Beruang saat Tidur, Bayi 18 Bulan Meninggal

    Internasional
    Politisi PDI-P Sebut Jokowi dan Prabowo Bisa Bersatu, Asalkan...

    Politisi PDI-P Sebut Jokowi dan Prabowo Bisa Bersatu, Asalkan...

    Nasional
    Ida Fauziyah Sebut Perempuan Paling Banyak Terdampak Kemiskinan di Jateng

    Ida Fauziyah Sebut Perempuan Paling Banyak Terdampak Kemiskinan di Jateng

    Regional
    Para Perempuan Pengelola Sampah untuk Selamatkan Bumi

    Para Perempuan Pengelola Sampah untuk Selamatkan Bumi

    Regional
    Sandiaga Bantah Bahas Bersatunya Jokowi-Prabowo Saat Bertemu Ketum PPP

    Sandiaga Bantah Bahas Bersatunya Jokowi-Prabowo Saat Bertemu Ketum PPP

    Nasional
    Berteduh di Pos Ronda, Warga Sukabumi Diduga Tewas Tersambar Petir

    Berteduh di Pos Ronda, Warga Sukabumi Diduga Tewas Tersambar Petir

    Regional
    Kota di AS Larang Polisinya Berlatih dengan Militer Israel

    Kota di AS Larang Polisinya Berlatih dengan Militer Israel

    Internasional
    Dilarang ke Pesta Ultah Teman, Gadis 14 Tahun Lompat dari Lantai 15

    Dilarang ke Pesta Ultah Teman, Gadis 14 Tahun Lompat dari Lantai 15

    Internasional
    Ganjar Tepis Anggapan soal Keterlambatan Pengadaan E-KTP di Jateng

    Ganjar Tepis Anggapan soal Keterlambatan Pengadaan E-KTP di Jateng

    Regional
    Close Ads X