Beasiswa Studi Kebijakan Publik di Harvard untuk WNI - Kompas.com

Beasiswa Studi Kebijakan Publik di Harvard untuk WNI

Kompas.com - 04/02/2013, 10:46 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Harvard Kennedy School Indonesia Program (HKSIP) kembali membuka kesempatan bagi para pejabat publik, peneliti dan mahasiswa pascasarjana Indonesia untuk memperoleh beasiswa pendidikan dalam bidang kebijakan publik.

Dosen Kebijakan Publik HKS, Jay Rosengard, mengatakan program HKSIP ini diperuntukkan bagi kandidat asal Indonesia yang tertarik memperdalam ilmu seputar kebijakan publik khususnya di Indonesia. Program yang sudah berjalan sejak 2010 ini merupakan kerjasama HKS dengan Rajawali Foundation.

"Jadi ini sudah dilaksanakan selama tiga kali sejak 2010. Ini terbuka bagi yang tertarik dengan persoalan kebijakan publik di Indonesia," kata Rosengard saat jumpa pers di Four Season Hotel, Jakarta, Kamis (31/1/2013).

Ia menjelaskan bahwa ada beberapa program yang ditawarkan yaitu program beasiswa bagi kandidat asal Indonesia untuk belajar di HKS, program penelitian di HKS dengan nama Indonesia Research Fellow dan program hibah penelitian atau research grant.

Untuk program beasiswa, terdiri dari program master di bidang kebijakan publik dan administrasi publik serta program pendidikan eksekutif. Program master ini biasanya ditempuh dalam waktu satu tahun. Sementara program pendidikan eksekutif diperuntukkan bagi pejabat publik yang tidak bisa lama meninggalkan pekerjaannya sehingga durasi pendidikannya maksimal selama tiga minggu.

"Biasanya kan ada yang tidak boleh izin lama dari kantor. Untuk itu, disiapkan executive education selama dua sampai tiga minggu," jelas Rosengard.

Untuk program Indonesia Research Fellow, diperuntukkan bagi individu yang ingin menyelesaikan studi gelar doktoral atau post-doktoral. Sementara program hibah penelitian diperuntukkan bagi dosen atau mahasiswa HKS untuk melakukan penelitian di Indonesia.

"Semua ini untuk periode belajar Agustus 2013 hingga Juni 2014. Lebih lengkap bisa buka buka website www.ash.harvard.edu/indonesia," tandasnya.

 


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorCaroline Damanik

    Terkini Lainnya

    Kelompok Militan Suriah Diyakini Bebaskan Jurnalis Jepang

    Kelompok Militan Suriah Diyakini Bebaskan Jurnalis Jepang

    Internasional
    Tim UGM Raih Dua Gelar Lomba Robot di Korsel, Begini Ceritanya

    Tim UGM Raih Dua Gelar Lomba Robot di Korsel, Begini Ceritanya

    Edukasi
    Sidang PK, Irman Gusman Serahkan Tiga Bukti Baru kepada Hakim

    Sidang PK, Irman Gusman Serahkan Tiga Bukti Baru kepada Hakim

    Nasional
    Truk Trailer Bermuatan Bakhoe Tersangkut JPO di Jalan Daan Mogot

    Truk Trailer Bermuatan Bakhoe Tersangkut JPO di Jalan Daan Mogot

    Megapolitan
    GP Ansor Sebut Oknum Banser Pelaku Pembakaran Bendera Langgar SOP

    GP Ansor Sebut Oknum Banser Pelaku Pembakaran Bendera Langgar SOP

    Nasional
    Pria Kesepian Terancam Penjara karena Telepon Polisi 45.000 Kali

    Pria Kesepian Terancam Penjara karena Telepon Polisi 45.000 Kali

    Internasional
    Polisi Buru Penyebar Video Pembakaran Bendera di Garut

    Polisi Buru Penyebar Video Pembakaran Bendera di Garut

    Nasional
    Jokowi Minta Pengusaha Manfaatkan Peluang dari Perang Dagang

    Jokowi Minta Pengusaha Manfaatkan Peluang dari Perang Dagang

    Nasional
    Irman Gusman Akan Hadirkan Hamdan Zoelva dalam Sidang Permohonan PK

    Irman Gusman Akan Hadirkan Hamdan Zoelva dalam Sidang Permohonan PK

    Nasional
    Video Pelaku Penculikan Anak Berpura-pura Gila di Bekasi Dipastikan Hoaks

    Video Pelaku Penculikan Anak Berpura-pura Gila di Bekasi Dipastikan Hoaks

    Megapolitan
    Polisi Perancis Selamatkan Bayi Singa yang Ditaruh di Tempat Tidur Anak

    Polisi Perancis Selamatkan Bayi Singa yang Ditaruh di Tempat Tidur Anak

    Internasional
    Baru Diresmikan, Taman Air Mancur Kota Tasikmalaya Kini Disesaki PKL

    Baru Diresmikan, Taman Air Mancur Kota Tasikmalaya Kini Disesaki PKL

    Regional
    Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandiaga Terpaut 20 Persen, Ini kata Zulkifli Hasan

    Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandiaga Terpaut 20 Persen, Ini kata Zulkifli Hasan

    Nasional
    Ma'ruf Amin: Perangnya Santri 'Zaman Now', Perang Ideologi yang Ancam NKRI...

    Ma'ruf Amin: Perangnya Santri "Zaman Now", Perang Ideologi yang Ancam NKRI...

    Regional
    Trump: Putra Mahkota Saudi Mungkin Terlibat dalam Pembunuhan Khashoggi

    Trump: Putra Mahkota Saudi Mungkin Terlibat dalam Pembunuhan Khashoggi

    Internasional

    Close Ads X