Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Infrastruktur Hambat Pendaftaran SNMPTN

Kompas.com - 05/02/2013, 02:54 WIB
Editor

Jakarta, Kompas - Keterbatasan infrastruktur menyebabkan sekolah-sekolah di kawasan Indonesia timur kesulitan untuk mendaftarkan siswa SMA kelas XII ikut seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri secara online. Selain minim informasi, di sekitar sekolah juga tidak ada jaringan internet.

Berdasarkan informasi yang dirilis Panitia Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi negeri (SNMPTN), hingga 31 Januari, dari 27.630 SMA/SMA/SMK, baru 11.695 sekolah yang mendaftarkan siswa ke pangkalan data sekolah dan siswa (PDSS) secara online. Sekolah bisa mengakses PDSS jika sekolah memiliki nomor pokok sekolah nasional (NPSN).

Adapun yang berhak mendaftar SNMPTN adalah siswa yang terdaftar di PDSS sehingga siswa memiliki kata sandi. Saat hendak mendaftar, siswa bisa mengakses laman SNMPTN dengan memasukkan kata sandi dan nomor induk siswa nasional (NISN).

Hayatudin, guru Bimbingan dan Konseling SMA Negeri 1 Moraid, Kabupaten Sorong, Papua Barat, yang dihubungi dari Jakarta, Senin (4/1), mengatakan, sekolah tidak mendaftarkan 30 siswa kelas XII karena tidak ada jaringan internet.

”Jangankan jaringan internet, listrik saja tidak ada. Siswa kami berharap beasiswa kuliah dari pemerintah daerah saja untuk anak-anak asli Papua,” katanya.

Menurut Hayatudin, untuk bisa mendapatkan sinyal telepon seluler saja, mereka harus menuju ke kecamatan yang berjarak sekitar 40 kilometer.

Pendaftaran PDSS dari sejumlah daerah tergolong rendah. Di Papua terdata 60 sekolah dari 252 SMA/MA/SMK yang memasukkan data siswa ke PDSS. Tahun lalu hanya 42 sekolah yang ikut SNMPTN undangan.

Di Papua Barat, baru 35 sekolah dari 141 sekolah yang mendaftar ke PDSS, sedangkan tahun lalu hanya 12 sekolah. Di Maluku, 41 sekolah dari 308 sekolah yang sudah terdaftar, sedangkan di Maluku Utara 25 sekolah dari 278 sekolah yang ada.

Di Nusa Tenggara Timur, baru 66 sekolah dari 488 sekolah yang mendaftar. Tahun lalu hanya 39 sekolah yang ikut SNMPTN undangan.

Fekky Parimussa, guru SMA PGRI Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, mengatakan, jaringan internet di wilayah ini masih terbatas. ”Biasanya ada pegawai dari PTN yang datang untuk membantu pendaftaran siswa,” ujar Fekky.

Akhmaloka, Ketua Umum Panitia Pelaksana SNMPTN 2013, mengatakan, sebenarnya pendaftaran sekolah ke PDSS diberi batas waktu hingga 31 Januari. Namun, panitia memperpanjang hingga 8 Februari untuk memberikan kesempatan kepada sekolah di daerah terpencil mendaftar. (ELN)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+