Bahasa Asing Mutlak dan Perlu

Kompas.com - 05/02/2013, 10:00 WIB

KOMPAS.com - Kemampuan berbahasa asing bagi mahasiswa adalah suatu keharusan. Bukan hanya bagi mereka yang studi ilmu kebahasaan (linguistik), melainkan juga mereka yang mempelajari ilmu lainnya. Menguasai bahasa asing sangat bermanfaat antara lain untuk memahami diktat, buku, dan materi pelajaran yang tidak semuanya ditulis dalam bahasa Indonesia.

Mahasiswa kini beruntung dapat mempelajari bahasa asing tidak hanya melalui kursus. Media televisi, internet hingga berinteraksi langsung dengan orang asing sudah semakin mudah dilakukan. Namun, dengan semua kemudahan itu, apakah dapat langsung meningkatkan kemampuan berbahasa asing mahasiswa?

Mereka yang pernah bersekolah di sekolah internasional tentu tidak terlalu susah berbahasa asing karena bahasa Inggris adalah bahasa pengantar sehari-hari. Mereka juga mempelajari beberapa bahasa asing lainnya, seperti Mandarin dan Perancis.

Al Mukhtarom Aqza (19), mahasiswa semester I Jurusan Terjemahan Arab Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, mengatakan, di jurusan ini mahasiswa mempelajari bahasa Arab dan Turki. Namun, sebagai mahasiswa semester awal, dia baru mempelajari berbagai bunyi huruf dalam bahasa Arab karena dalam bahasa tersebut beda bunyi beda makna.

”Kegunaan utama ilmu ini untuk menerjemahkan buku-buku dan film berbahasa Arab. Di luar itu, masih banyak manfaat bisa berbahasa ini. Agar lebih cepat menguasai bahasa tersebut, banyak mahasiswa mengambil kursus bahasa Turki atau Arab,” kata Aqza, Senin (4/2).

Dia mengakui, bahasa asing lain yang dia kuasai secara pasif adalah bahasa Inggris. Sebelum hijrah ke Jakarta, Aqza pernah kursus bahasa Inggris. ”Namun, saya tidak terlalu lancar berbahasa Inggris meski tata bahasa saya lumayan,” ujarnya.

Mahasiswa lainnya berpendapat, kemampuan berbahasa asing mutlak diperlukan. Kepandaian berbahasa asing memudahkan belajar dan meningkatkan kepercayaan diri. Kemampuan ini juga memperbesar peluang masuk ke dalam dunia kerja.

Mereka yang bekerja di perhotelan dan pariwisata wajib bisa berbahasa asing. Bahkan, mereka yang berminat di hukum dan bisnis internasional tidak boleh alpa berbahasa asing. Begitu pula di berbagai dunia kerja lainnya, seperti penerbangan, entertainment, periklanan, media, pertanian, kedokteran, dan pendidikan.

Bahkan, kemampuan bahasa asing yang mumpuni diwajibkan jika ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, baik di dalam maupun luar negeri.

Selain mengambil kursus bahasa atau belajar otodidak, di sejumlah kampus juga ada sejumlah klub bahasa asing. Walaupun diselenggarakan fakultas bahasa atau sastra, banyak mahasiswa dari fakultas lain peminat bahasa asing bergabung di situ.

Dua bahasa

Ratna Saliha (21), yang tengah menyelesaikan skripsi di Jurusan Sastra Inggris Universitas Al Azhar Indonesia, Jakarta, mengaku, sejak kecil ia senang dengan bahasa Inggris. Dia selalu menonton film berbahasa tersebut.

”Tidak pernah kursus, tetapi saya lancar berbahasa Inggris untuk percakapan sehari-hari. Hanya ketika presentasi makalah, kadang ada sedikit kesalahan karena saya gugup,” kata Saliha.

Halaman:


EditorCaroline Damanik

Terkini Lainnya

LTMPT: Penerimaan Jalur SBMPTN 2019 Tergantung 6 Hal Ini

LTMPT: Penerimaan Jalur SBMPTN 2019 Tergantung 6 Hal Ini

Edukasi
Titik Terang Penyebab Korban Tewas Saat Kerusuhan 21-22 Mei...

Titik Terang Penyebab Korban Tewas Saat Kerusuhan 21-22 Mei...

Nasional
Ini Identitas 3 Jenazah Penumpang KM Nusa Kenari 02 yang Baru Ditemukan

Ini Identitas 3 Jenazah Penumpang KM Nusa Kenari 02 yang Baru Ditemukan

Regional
Keluarga Korban Kerusuhan 21-22 Mei Mohon Perlindungan ke LPSK

Keluarga Korban Kerusuhan 21-22 Mei Mohon Perlindungan ke LPSK

Megapolitan
Penembakan di Perayaan Juara Klub NBA Toronto Raptors, 2 Orang Terluka

Penembakan di Perayaan Juara Klub NBA Toronto Raptors, 2 Orang Terluka

Internasional
Bukti Pamungkas Prabowo-Sandi, Akankah Mengubah Hasil Pemilu?

Bukti Pamungkas Prabowo-Sandi, Akankah Mengubah Hasil Pemilu?

Nasional
Ketua DPP PDI-P Sebut Percepatan Kongres V Bukan karena Megawati Ingin Mundur

Ketua DPP PDI-P Sebut Percepatan Kongres V Bukan karena Megawati Ingin Mundur

Nasional
Penetapan Titik Koordinat Rumah Siswa Bikin Lama Verifikasi Berkas PPDB

Penetapan Titik Koordinat Rumah Siswa Bikin Lama Verifikasi Berkas PPDB

Megapolitan
Polisi Tahan Nakhoda dan ABK KM Nusa Kenari 02

Polisi Tahan Nakhoda dan ABK KM Nusa Kenari 02

Regional
Penolakan dan Kepercayaan Diri Tim Hukum 01 Jawab Tuduhan Kecurangan 02 di MK...

Penolakan dan Kepercayaan Diri Tim Hukum 01 Jawab Tuduhan Kecurangan 02 di MK...

Nasional
Sampah di TPA Cipayung Capai 1.000 Ton Per Hari, Pemkot Depok Ingin Percepat Pemindahan ke Lulut Nambo

Sampah di TPA Cipayung Capai 1.000 Ton Per Hari, Pemkot Depok Ingin Percepat Pemindahan ke Lulut Nambo

Megapolitan
Mantan Direktur Umum PD Parkir Makassar Raya Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Dana Parkir

Mantan Direktur Umum PD Parkir Makassar Raya Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Dana Parkir

Regional
[POPULER INTERNASIONAL] Bocah 5 Tahun Tewas Tertimpa Jendela | Mantan Presiden Mesir Meninggal

[POPULER INTERNASIONAL] Bocah 5 Tahun Tewas Tertimpa Jendela | Mantan Presiden Mesir Meninggal

Internasional
MK Gelar Sidang Kedua Sengketa Hasil Pilpres pada Hari Ini

MK Gelar Sidang Kedua Sengketa Hasil Pilpres pada Hari Ini

Nasional
Jemaah Ahmadiya Lombok Timur Sudah Tak Bisa Kembali ke Kampung Halaman

Jemaah Ahmadiya Lombok Timur Sudah Tak Bisa Kembali ke Kampung Halaman

Regional

Close Ads X