Anggota DPD Tinjau Kesiapan Penerapan Kurikulum Baru

Kompas.com - 06/02/2013, 00:01 WIB

BENGKULU, KOMPAS.com - Anggota Dewan Perwakilan Daerah RI dari daerah pemilihan Provinsi Bengkulu Mahyudin Sobri meninjau kesiapan penerapan kurikulum baru di daerah asal pemilihannya, Selasa.

"Dinas Pendidikan Provinsi Bengkulu menyatakan siap melaksanakan kurikulum baru, tapi secara keseluruhan hasil pertemuan tadi, kesiapannya masih rendah," katanya usai bertemu dengan jajaran Dinas Pendidikan Provinsi Bengkulu di Kota Bengkulu, Selasa (5/2/2013).

Diskusi untuk menyerap aspirasi para pegawai yang bersentuhan langsung dengan dunia pendidikan itu dilakukannya untuk melihat kesiapan daerah dalam penerapan kurikulum baru 2013.

Mahyudin merupakan anggota satuan kerja III DPD RI yang membidangi pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan rakyat. Ia mengatakan penerapan kurikulum pendidikan baru akan digelar dalam tiga bulan mendatang. Sedangkan berbagai persiapan seperti sosialisasi sama sekali belum dilakukan.

Menurut Mahyudin, kondisi tersebut bukan hanya terjadi di Provinsi Bengkulu, tapi merata di seluruh daerah. "Bahkan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pendidikan belum maksimal lakukan sosialisasi," katanya.

Ia mengatakan dari 30 ribu orang guru di Indonesia yang ditargetkan untuk mengikuti sosialisasi kurikulum baru, baru 100 orang yang terealisasi. Para guru tersebut diundang ke Jakarta untuk menerima pembekalan materi tentang kurikulum baru. "Anggaran untuk sosialisasi kurikulum baru di APBN belum ada," katanya.

Hasil kunjungan kerja anggota DPD RI tersebut akan dijadikan dasar masukan kepada Kementerian Pendidikan Nasional. "Bila mayoritas daerah belum siap menerapkan kurikulum baru, sebaiknya ditunda saja," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kurikulum Dinas Pendidikan Provinsi Bengkulu Budianta menjelaskan, para pelaku pendidikan daerah itu pada dasarnya siap melaksanakan kurikulum baru. "Tapi persentase kesiapan pelaksanaan tersebut tidak akan maksimal 100 persen, mungkin hanya 30 sampai 40 persen," ujarnya.

Ia menjelaskan saat ini di sekolah tengah sibuk mempersiapkan ujian akhir dan berbagai kegiatan lain yang sudah terprogram lebih dulu. Untuk ujian akhir sekolah saja kata dia memakan waktu hingga Juni 2013.

Dalam kurikulum pendidikan tahun pelajaran 2013 terjadi pengurangan jumlah mata pelajaran. Seperti di tingkat SMP semula ada 12 mata pelajaran menjadi 10 mata pelajaran. Sedangkan tingkat SD dari 10 mata pelajaran jadi 6 mata pelajaran dengan jam belajar semula 26 jam seminggu menjadi 36 jam.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


EditorBenny N Joewono
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X