Kompas.com - 07/02/2013, 18:41 WIB
EditorCaroline Damanik

JAKARTA, KOMPAS.com Satu nomor kontak telepon yang tercantum di situs PT Mitra Consultant tidak bisa dihubungi. Sambungan telepon dialihkan. Satu nomor lagi berhasil dihubungi.

"Ini yang SMS saya tadi pagi ya? Soalnya dari tadi pagi banyak yang SMS," kata seorang pria di seberang telepon setelah mengiyakan bahwa ini adalah nomor kontak PT Mitra Consultant yang menawarkan jasa pembuatan ijazah.

Kepada Kompas.com yang menyamar sebagai calon pembeli ijazah, pria itu menyebut namanya dengan lafal 'Filip'. Posisinya di Jakarta dan bukan di Kendal seperti yang teregistrasi di domain ".com". Kompas.com memperolehnya melalui penelusuran di database Who Is. (Baca: Terang-terangan Jual Ijazah Palsu di Internet (1))

Filip lalu mengatakan bahwa PT Mitra Consultant hanya bisa melayani pesanan ijazah dari kota-kota besar, seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Yogyakarta. Berbeda dengan yang disebutkan di situsnya, Filip menegaskan bahwa mereka tidak bisa melayani pembuatan ijazah untuk keperluan mendaftar tes calon pegawai negeri sipil (CPNS) untuk kali pertama, dan untuk nyaleg sebagai anggota dewan, karena alasan administrasi di Badan Akreditasi Nasional-Perguruan Tinggi (BAN-PT).

"Kami enggak bisa bantu karena itu terdata di BAN (BAN-PT)," katanya.

Namun, Filip mengatakan, ijazah mereka aman untuk dipakai mencari kerja di perusahaan-perusahaan negara ataupun swasta. PT Mitra Consultant juga ternyata tak bisa membuat semua ijazah seperti yang ditawarkan di situs resminya. Misalnya, untuk Universitas Indonesia (UI), dia mengatakan hanya bisa membuatkan ijazah S-3.

Kurang jelas alasan PT ini tidak bisa membuat ijazah S-1 dan S-2 untuk UI. Sementara itu, di daftar harga yang tertera di situsnya, ijazah S-3 atau doktoral dipatok di harga Rp 250 juta.

Situs PT Mitra Consultant terang-terangan mencantumkan tarif yang dipatok untuk pembuatan ijazah "asli tapi palsu" itu. Untuk ijazah D-3 dipatok Rp 20 juta. Namun, D-3 kebidanan atau keperawatan jauh lebih mahal, yaitu Rp 80 juta. Untuk ijazah S-1 Rp 37 juta sedangkan S-2 Rp 50 juta.

Khusus untuk kampus terkenal, situs ini menyebutkan calon pembeli ijazah wajib ikut kuliah selama beberapa bulan saja. Tarif paling mahal dipatok untuk ijazah pindah jurusan dari kebidanan ke kedokteran, yaitu Rp 275 juta. Semua biaya termasuk ijazah, transkrip nilai, dan biaya pembuatan skripsi, tesis, atau tugas akhir.

Ijazah abal-abal ini bisa selesai hanya dalam hitungan 7-8 hari kerja. Namun, itu tergantung kesepakatan saja. Bisa makin cepat selesai, tetapi harganya juga menyesuaikan.

Halaman:
Baca tentang
     
    Pilihan Untukmu


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.