Alasan UI Anugerahkan Gelar Doktor Kehormatan kepada JK

Kompas.com - 09/02/2013, 13:16 WIB
|
EditorCaroline Damanik

DEPOK, KOMPAS.com Universitas Indonesia (UI) menganugerahkan gelar Doktor Kehormatan (Honoris Causa) bidang Kepemimpinan kepada Wakil Presiden ke-10 RI, Jusuf Kalla. Pjs Rektor UI Djoko Santoso mengalungkan medali akademik dan menyerahkan piagam penghargaan kepada Kalla dalam Upacara Wisuda Program Profesi, Spesialis, Magister, dan Doktor UI 2012/2013 di Balairung UI Depok, Sabtu (9/2/2013).

Sebelumnya, Djoko menguraikan alasan UI menganugerahkan gelar Honoris Causa kepada pria yang kini menjabat Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) itu. UI menilai Kalla telah menampilkan diri menjadi seorang pemimpin yang tranformasional.

Djoko menyatakan, ada 12 ciri pemimpin yang tranformasional dan Kalla memenuhi ciri tersebut. Ke-12 ciri tersebut adalah visi, integritas, passion, dapat dipercaya, dan memercayai, tidak mementingkan diri sendiri, komitmen, kreatif, dan memiliki kemampuan interpersonal yang baik, gigih dalam mempertahankan prinsip, komunikatif, menginspirasi, berani mengambil risiko, dan memiliki visibilitas.

Terkait integritas, Djoko mengatakan bahwa Kalla memiliki dedikasi terhadap kebenaran, jujur, serta memberi contoh teladan kejujuran kepada bawahan dan masyarakat.

"Meski sebagai seorang pengusaha, JK dapat menjalankan peran dengan baik di saat yang bersangkutan memiliki jabatan di pemerintahan. Conflict of interest yang dikhawatirkan banyak pihak mampu diminimalisir. Ketegasannya dalam menegakkan peraturan juga menunjukkan integritas JK," ungkap Djoko.

Kalla juga dinilai memiliki motivasi yang tinggi untuk semangat dan senang bekerja bagi masyarakat. Wakil Presiden pada periode 2004-2009 ini mampu dipercaya dan juga memiliki prinsip memercayai orang di sekitarnya sehingga mudah untuk memberdayakan mereka.

Karakter kepemimpinan yang unik dari Kalla yang dicatat juga adalah berani mengambil risiko dalam membuat keputusan dengan pertimbangan akal sehat.

Peran Kalla sebagai mediator dalam sejumlah konflik di Tanah Air juga tercatat sebagai nilai lebihnya. Djoko mengatakan prinsip mengedepankan dialog secara langsung sangat penting dimiliki oleh seorang pemimpin untuk mewujudkan perdamaian tanpa mengintimidasi pihak lainnya. Hal ini dipadukan dengan kemampuan berkomunikasi secara efektif dengan berbagai orang, kelompok, dan golongan, termasuk visibilitasnya.

"JK secara natural born as diplomat. JK mendekati persoalan, dengan cara pragmatis; tetapi juga tidak ingin ada satu pun pihak yang kehilangan muka. JK mempunyai perhatian yang cukup besar untuk bidang kemanusiaan. JK adalah salah satu potensi untuk Indonesia dengan pikiran optimisme dan positive thinking bahwa kita bisa menghadapi semua persoalan yang dihadapi," tambahnya.

Setelah dua tahun

Atas segala kontribusi tersebut, UI menilai Kalla pantas memperoleh gelar Honoris Causa dalam bidang Kepemimpinan. Ketua Komite Doktor Honoris Causa UI Ichramsjah A Rachman mengatakan bahwa UI akhirnya memutuskan pemberian gelar kehormatan ini kepada Kalla setalah dua tahun.

"Pemberian gelar ini melewati fase yang panjang. Setelah diusulkan dua tahun lalu, kita lalu lakukan penilaian bersama," ungkapnya dalam keterangan pers setelah upacara wisuda pagi berakhir.

Dalam keterangan pers tersebut, Kalla juga banyak dimintai pendapat soal kepemimpinan yang ideal di Indonesia pada saat ini, termasuk penilaiannya terhadap kepemimpinan sejumlah pemimpin pusat dan daerah. Selain itu, Kalla juga ditanyai kemungkinannya maju menuju kursi presiden dalam Pemilu 2014.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X