Kompas.com - 13/02/2013, 10:27 WIB
Penulis Luki Aulia
|
EditorCaroline Damanik

DEPOK, KOMPAS.com - Untuk mengantisipasi kebocoran soal ujian nasional, pada tahun ini naskah soal dan lembar jawaban tidak terpisah atau menjadi satu kesatuan. Naskah soal dan lembar jawaban juga dilengkapi barcode atau kode khusus yang sama antara soal dan lembar jawaban.

”Jika naskah soal atau lembar jawabannya rusak maka harus diganti dua-duanya,” kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Khairil Anwar Notodiputro di sela-sela Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan 2013, Selasa (12/2), di Bojongsari, Depok.

Khairil Anwar mengatakan, tujuan penyatuan naskah soal dan lembar jawaban itu agar siswa tidak bisa bertukar lembar jawaban. ”Kalau tertukar atau tidak sama antara kode naskah soal dan lembar jawaban, lembar jawaban itu tak bisa diproses,” ujarnya.

Bentuk pengawasan pelaksanaan pun, kata Anwar, akan diperketat dengan memberi sanksi lebih berat. Sanksi bukan hanya berlaku kepada siswa, melainkan juga guru dan pengawas.

Anggota Badan Standar Nasional Pendidikan, Teuku Ramli Zakaria, menjelaskan, sanksi yang diberikan mulai dari sanksi peringatan, dikeluarkan dari ruang ujian, hingga pembatalan ujian pada mata pelajaran bersangkutan.

Pengawas yang melakukan pelanggaran, antara lain tertidur, merokok, memberi contekan, membantu peserta ujian menjawab soal, dan menyebarkan soal atau kunci jawaban kepada peserta ujian, akan mendapat sanksi dibebastugaskan. ”Sanksinya lebih berat tahun ini demi kejujuran,” kata Ramli.

Ia menambahkan, pelaksanaan UN akan tetap sesuai jadwal, yakni mulai 15 April 2013 untuk UN SMA/SMK/MA. Saat ini proses persiapan sudah sampai pada perakitan soal. Selain itu sedang dilakukan proses tender penggandaan naskah soal dan lembar jawaban UN.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Adapun untuk ujian kesetaraan, berbeda dengan tahun lalu, pelaksanaan ujian program Paket A, B, dan C akan dilakukan bersamaan dengan UN reguler agar peserta memiliki kesempatan yang sama untuk melanjutkan ke pendidikan tinggi. ”Paket A bersamaan dengan SMA, Paket B dengan SMP, dan Paket C dengan SD,” kata Ramli. (LUK)

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.