Mendikbud: Guru Jangan Mau Diremehkan Stigma Negatif - Kompas.com

Mendikbud: Guru Jangan Mau Diremehkan Stigma Negatif

Kompas.com - 24/02/2013, 00:10 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M. Nuh meminta kalangan guru jangan mau diremehkan dengan stigma negatif yang menganggap kualitas dan kompetensinya tidak bisa berkembang.

"Ada stigma yang ditempelkan pada guru, diapa-apakno, dilatih, gak iso-iso. Pancet koyo ngene ae (diapa-apakan, dilatih, tidak pernah bisa. Tetap saja seperti ini)," katanya, di Semarang, Sabtu (23/2/2013).

Hal tersebut diungkapkan Nuh usai menyampaikan sosialisasi kurikulum 2013, sekaligus meresmikan gedung pascasarjana dan peletakan batu pertama pembangunan Balairung IKIP PGRI Semarang.

Menurut Nuh, stigma yang meremehkan kemampuan guru itu ditunjukkan salah satunya melihat hasil uji kompetensi guru (UKG) yang sebenarnya dilakukan untuk kepentingan internal kementerian.

"Pelaksanaan UKG itu sebenarnya hanya untuk kepentingan internal, untuk memetakan kualitas guru, dan membenahi secara sistematis. Akan tetapi, itu justru dijadikan alat pukul balik kemampuan guru," katanya.

Oleh karena itu, Mendikbud mengajak seluruh guru untuk membuktikan dirinya bisa mengembangkan kompetensi dan kualitas serta tidak terpengaruh stigma negatif yang meremehkan kemampuan guru.

"Guru-guru di Indonesia punya motivasi untuk mengembangkan potensi yang luar biasa. Mari kita buktikan meski diremehkan. Tidak boleh marah dengan stigma itu, tetapi jadikan energi positif untuk maju," katanya.

Mendikbud yakin, guru-guru di Indonesia memiliki motivasi mengembangkan kualitas, mutu, dan kompetensinya secara luar biasa, salah satunya melalui penerapan kurikulum baru sebagai ajang pembuktian.

Ia mengatakan, ada setidaknya empat elemen perubahan pada kurikulum baru, yakni standar kompetensi lulusan, isi, proses, dan penilaian yang bisa dibenahi tanpa membuang struktur kurikulum sebelumnya.

"Pembelajaran harus dilakukan secara efektif. Untuk mencapai pembelajaran efektif, kuncinya dua, yakni kurikulum dan guru. Oleh karena itu, mari kita buktikan lewat kurikulum baru. Mesti iso (pasti bisa, red,)," kata Nuh.


EditorBenny N Joewono
Komentar

Terkini Lainnya

Dishub Tambah Durasi Lampu Hijau demi Urai Kemacetan di Pasar Tasik

Dishub Tambah Durasi Lampu Hijau demi Urai Kemacetan di Pasar Tasik

Megapolitan
Hakim Tunda Vonis 8 WN Taiwan Penyelundup 1 Ton Sabu-sabu

Hakim Tunda Vonis 8 WN Taiwan Penyelundup 1 Ton Sabu-sabu

Megapolitan
Bersama Dua Teman, Pria Ini Bergantian Perkosa Putri Kandungnya

Bersama Dua Teman, Pria Ini Bergantian Perkosa Putri Kandungnya

Internasional
Akademi Antikorupsi, Kuliah Singkat Lawan Korupsi dengan Metode 'E-Learning'

Akademi Antikorupsi, Kuliah Singkat Lawan Korupsi dengan Metode "E-Learning"

Nasional
Perpanjangan Waktu Ganjil-Genap Sudirman-Thamrin Mulai Diuji Coba Senin

Perpanjangan Waktu Ganjil-Genap Sudirman-Thamrin Mulai Diuji Coba Senin

Megapolitan
Mobil Tabrak Pipa Saluran Gas Bikin Rumah Berusia 60 Tahun Meledak

Mobil Tabrak Pipa Saluran Gas Bikin Rumah Berusia 60 Tahun Meledak

Internasional
Cak Imin Merasa Dipuji Jokowi soal Baliho Wajahnya Lebih Banyak Dibanding Promosi Asian Games

Cak Imin Merasa Dipuji Jokowi soal Baliho Wajahnya Lebih Banyak Dibanding Promosi Asian Games

Nasional
Pedagang di Jalan Jatibaru Akan Dipindah ke Lahan Milik Sarana Jaya

Pedagang di Jalan Jatibaru Akan Dipindah ke Lahan Milik Sarana Jaya

Megapolitan
Mantan Narapidana Korupsi Dianggap Tak Berhak Tempati Kursi Parlemen

Mantan Narapidana Korupsi Dianggap Tak Berhak Tempati Kursi Parlemen

Nasional
Berkat YouTube, Pria yang Hilang 40 Tahun Bertemu dengan Keluarganya

Berkat YouTube, Pria yang Hilang 40 Tahun Bertemu dengan Keluarganya

Internasional
Terlilit Utang, Pegawai BRI Kuras Dana Nasabah hingga Rp 562 Juta

Terlilit Utang, Pegawai BRI Kuras Dana Nasabah hingga Rp 562 Juta

Regional
Trump Siap Bekerja Ekstra Keras Demi Warga Jepang yang Diculik Korut

Trump Siap Bekerja Ekstra Keras Demi Warga Jepang yang Diculik Korut

Internasional
Satu Warga di Pulau Buru Terjangkit Penyakit Aneh, Diduga karena Merkuri

Satu Warga di Pulau Buru Terjangkit Penyakit Aneh, Diduga karena Merkuri

Regional
Jaksa Keberatan Fredrich Sebut Penyidik KPK Desersi Polri

Jaksa Keberatan Fredrich Sebut Penyidik KPK Desersi Polri

Nasional
Curi Kucing untuk Dijadikan Sup Tradisional, 2 Pria Ditangkap

Curi Kucing untuk Dijadikan Sup Tradisional, 2 Pria Ditangkap

Internasional
Close Ads X