Kompas.com - 28/02/2013, 10:27 WIB
EditorAsep Candra

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Menteri Kesehatan Ali Ghufron Mukti mengisyaratkan, obat herbal mungkin saja dapat disertakan dalam paket Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN). Menurutnya, obat herbal dapat dijadikan sebagai salah satu pilihan pasien apabila sudah terstandar dan memiliki efektivitas yang sama dengan obat sintetik, mengingat harganya relatif lebih murah.

"Negara lain seperti Taiwan dan Cina sudah menerapkan pemberian pilihan pada pasien yang memiliki kartu jaminan kesehatan untuk menggunakan obat herbal atau tidak. Dapatkah hal itu diterapkan di Indonesia? " ujar Ali Ghufron  di sela-sela acara seminar dengan tema "10 Bulan Menuju JamKesNas: Peran Kajian Ekonomi dan Teknologi Kesehatan (HTA) dalam Mewujudkan Layanan Kesehatan Berkualitas" yang diadakan oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), Rabu (27/2/2013) kemarin di Jakarta

Menurut Ali, obat herbal sudah lama sekali digunakan sebagai pilihan pengobatan. Masyarakat masih mempertahankan budaya mengonsumsi jamu, minuman herbal khas Indonesia. Hal ini mungkin dikarenakan Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi.

"Indonesia memiliki sekitar enam ribu jenis pohon dan merupakan negara dengan keanekaragaman hayati terbesar ketiga di dunia," ungkapnya.

Menurut Wamenkes, SJSN memerlukan terobosan guna mencapai kesetimbangan antara kecukupan dana Badan Pelaksana Jaminan Sosial (BPJS) dan biaya pengobatan yang terus meningkat. Oleh karena itulah, obat herbal kemungkinan dapat dijadikan sebagai salah satu pilihan.

Kendati demikian, perlu adanya pemilihan obat herbal yang selektif yang sudah dibuktikan secara ilmiah sehingga setara dengan jenis pengobatan modern, terutama untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan menjelang pelaksaan SJSN di tahun 2014.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.