Kompas.com - 04/03/2013, 19:16 WIB
|
EditorRobert Adhi Ksp

Sekolah juga dapat melaksanakan semester pendek selama libur. Namun, siswa hanya boleh mengikuti semester pendek itu untuk mengulang mata pelajaran yang gagal. Basyarudin, Kepala SMA Plus PGRI Cibinong, mengatakan penggunaan SKS tetap diyakini harus menggunakan kelas berpindah.

"Itu menuntut ruang kelas yang banyak. Apakah semua sekolah sudah punya ruangan kelas yang cukup? Ini yang membuat implementasi SKS masih terkendala," kata Basyarudin.  

Selain itu, jika siswa bisa menyelesaikakan pembelajaran dalam 2,5 tahun atau 5 semester, siswa terkendala ikut ujian nasional (UN). Sebab, UN ada di semeseter genap. Hal senada disampaikan Yurizal. Penerapakan SKS bisa sekaligus mengimplementasikan akselerasi atau percepatan dengan alami, tidak secara eksklusif.

Siswa yang nilainya tinggi bisa menyelesaikan pendidikan selama empat semester atau dua tahun. "Tapi yang kesulitan yang selesai 5 semester. Tetap saja dihitung lulus 6 semester karena UN ada di semester genap. Seharusnya kalau SKS diterapkan, pelaksanaan UN bisa dua kali setahun," kata Yurizal.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.