Kompas.com - 06/03/2013, 17:15 WIB
Penulis Riana Afifah
|
EditorCaroline Damanik

JAKARTA, KOMPAS.com — Inspektorat Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menemukan adanya pengendapan dana transfer daerah untuk tunjangan profesi guru di rekening pemerintah daerah mencapai Rp 10 triliun dalam penelusuran hingga akhir 2012. Inspektur Jenderal Kemendikbud Haryono Umar mengatakan bahwa pengendapan dana transfer daerah terjadi hampir merata di seluruh provinsi di Indonesia.

"Tetapi, jumlah terbesar endapan ini banyak terjadi di daerah-daerah yang ada di Pulau Jawa," kata Haryono di Jakarta, Rabu (6/3/2013).

Diketahui terjadi endapan anggaran tunjangan profesi guru ini, setelah pihaknya menelusuri berdasarkan keterlambatan pencairan tunjangan profesi guru di beberapa provinsi, yaitu Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, DKI Jakarta, Sumatera Utara, dan Kalimantan.

Tidak hanya sekadar terlambat dalam pencairan, ditemukan juga pemotongan tunjangan profesi guru di berbagai daerah. Akibat dari pemotongan ini, para guru menerima tunjangan profesi yang tidak utuh seperti yang diadukan oleh Federasi Guru Independen Indonesia (FGII) kepada Ombudsman Republik Indonesia (RI).

"Itu hak guru harusnya disampaikan. Karena jika tidak sampai maka tidak bisa lagi dikembalikan ke pusat," jelas Haryono.

"Jadi, memang kita sangat bergantung pada upaya pemerintah daerah untuk segera menyalurkannya," tandasnya.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.