Yakinkan Guru, Sosialisasi ke Daerah Tiap Minggu

Kompas.com - 11/03/2013, 08:35 WIB
Penulis Riana Afifah
|
EditorCaroline Damanik

PONTIANAK, KOMPAS.com — Sejak awal tahun, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengambil langkah sosialisasi kurikulum ke berbagai daerah yang ada di seluruh Indonesia. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengatakan bahwa sosialisasi kurikulum ini dilakukan hampir tiap pekan di berbagai daerah.

Ada yang dilakukan langsung oleh Menteri, ada juga yang dilaksanakan oleh wakil menteri dan pejabat Kemdikbud lain yang ikut serta dalam perjalanan revisi kurikulum ini.

"Perlu turun ke daerah langsung karena ini hal yang sangat fundamental. Tiap minggu, kami selalu ke luar kota untuk sosialisasikan," kata Nuh saat sosialisasi Kurikulum 2013 di Hotel Mahkota, Pontianak, Minggu (10/3/2013).

Beberapa kota yang pernah dikunjungi oleh mantan rektor Institut Teknologi Sepuluh November itu untuk sosialisasi kurikulum antara lain Jambi, Semarang, Jepara, Lombok, Banyuwangi, dan Pontianak. Di berbagai kunjungannya tersebut, ia selalu mengungkapkan bahwa kurikulum baru ini jauh lebih memudahkan para guru ke depannya.

"Guru tak perlu lagi bikin silabus. Tidak apa kami yang repot. Yang penting tujuan untuk anak bangsa tercapai," ujar Nuh.

Pernyataan andalan yang sering dilontarkan oleh menteri ini selalu mendapat sambutan hangat dan tepuk tangan meriah dari para guru. Bahkan, para guru yang semula skeptis dan ragu untuk menerapkan kurikulum baru ini menjadi berubah pandangan dan yakin dapat melaksanakannya pada pertengahan Juli nanti.

"Percaya, apa yang dilakukan bapak dan ibu sekarang punya kontribusi yang besar. Jangan pesimis. Sikap inferior seperti ini yang harus dihilangkan," ujar Nuh.

Selain menjelaskan mengenai hal tersebut, ia juga tidak ketinggalan untuk menampilkan sebuah model baju compang-camping dalam sebuah powerpoint yang menggambarkan kondisi kurikulum jika tidak segera direvisi. Sementara itu, dalam slide berikutnya akan diperlihatkan baju yang terjahit rapi dan bagus sebagai gambaran efek dari kurikulum baru.

"Dasarnya juga diubah. Kalau saat KTSP kan yang ditentukan itu isinya, yaitu mata pelajarannya dulu baru standar kompetensi lulusan. Kalau yang baru, standar kompetensi lulusannya dulu ditentukan," jelas Nuh.   
"Sama kalau bikin baju. Tentukan dulu mau baju lengan panjang atau pendek lalu tentukan ukurannya bukan malah bikin lengannya dulu baru cari ukuran," imbuhnya.

Selanjutnya, ia menjelaskan mengenai pelatihan guru dan keberadaan buku pegangan guru yang dibuat sebagai panduan para guru dalam menjalankan kurikulum baru nanti. Buku pegangan tersebut dapat dikembangkan lagi oleh guru sehingga tak ada kreativitas pengajar yang dibelenggu pada revisi kurikulum ini.

Meski sosialisasi hanya berlangsung sekitar dua jam, dan terkadang hanya menyisakan sedikit waktu untuk tanya jawab, para guru tampak merasa puas. Mereka berharap apa yang dipaparkan tersebut tidak hanya sekadar promosi Kemdikbud saja. Para guru di daerah juga berharap kurikulum baru berjalan sesuai rencana sehingga pelaksanaan kurikulum tak menjumpai kendala di lapangan.

"Kami jamin semua berjalan tepat waktu dan berjalan lancar. Guru juga akan mengerti lebih jelas saat pelatihan nanti," tandasnya.

 

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    Close Ads X