Kemendikbud Tolak Buka Kunci Jawaban UN ke Publik - Kompas.com

Kemendikbud Tolak Buka Kunci Jawaban UN ke Publik

Kompas.com - 19/03/2013, 16:00 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) kembali menegaskan penolakan untuk membuka kunci jawaban Ujian Nasional (UN) SMP/MTs tahun 2012 ke publik. Penegasan ini kembali dilontarkan dalam sidang ajudikasi pertama antara Kemendikbud dan Indonesia Corruption Watch (ICW) di kantor Komisi Informasi Pusat, Selasa (19/3/2013), menyusul sengketa permohonan informasi kunci jawaban UN oleh ICW.

Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemdikbud, Ibnu Hamad, mengatakan bahwa pihaknya telah menjawab permohonan ICW mengenai kunci jawaban UN tersebut dan menjelaskan kunci jawaban tersebut tidak dapat dibuka kepada publik. Namun, ICW menyatakan keberatan atas jawaban dari Kemdikbud tersebut.

"Semua proses penyelesaian surat jawaban kepada ICW telah dijawab oleh Kemdikbud dengan batas waktu yang ditentukan," kata Ibnu saat sidang.

Kemendikbud beralasan tidak dapat mengeluarkan kunci jawaban UN tersebut kepada publik karena dokumen tersebut merupakan informasi yang dikecualikan dan tertera dalam payung hukum berupa Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 50 Tahun 2011 tentang Layanan Informasi Publik di Lingkungan Kemdikbud pasal 12 ayat 3 huruf f.

Anggota Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), Teuku Ramli Zakaria juga mengatakan bahwa jika kunci jawaban UN dilepas ke publik maka akan merusak pengembangan bank soal yang membuat butir soal yang kunci jawabannya sudah dilepas ke publik tidak bisa digunakan lagi.

"Kunci jawaban UN dapat dibuka jika terjadi perubahan materi kurikulum di mana materi tersebut sudah tidak lagi terdapat pada kurikulum," jelas Ramli.

 


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorCaroline Damanik
    Komentar

    Terkini Lainnya

    Susi Pudjiastuti Belum Berijazah SMA, Relawan 'JOSS' Bakal Tempuh Jalur Konstitusi

    Susi Pudjiastuti Belum Berijazah SMA, Relawan "JOSS" Bakal Tempuh Jalur Konstitusi

    Nasional
    Kata Sandiaga, Jalan Jatibaru Tetap Ditutup pada Penataan Tanah Abang Tahap II

    Kata Sandiaga, Jalan Jatibaru Tetap Ditutup pada Penataan Tanah Abang Tahap II

    Megapolitan
    Dishub DKI Akan Audit Kelaikan Seluruh Transportasi Laut

    Dishub DKI Akan Audit Kelaikan Seluruh Transportasi Laut

    Megapolitan
    Ahmad Dhani: Dari Ribuan 'Tweet' Saya, Tak Ada yang Rendahkan Suku atau Agama Lain

    Ahmad Dhani: Dari Ribuan "Tweet" Saya, Tak Ada yang Rendahkan Suku atau Agama Lain

    Megapolitan
    Bom Bunuh Diri di Kabul, Netizen Salahkan Pemerintah Afghanistan

    Bom Bunuh Diri di Kabul, Netizen Salahkan Pemerintah Afghanistan

    Internasional
    Menkumham Persilakan Eksekusi Hukuman Cambuk di Area Lapas

    Menkumham Persilakan Eksekusi Hukuman Cambuk di Area Lapas

    Nasional
    Bertemu Komisi V, Perwakilan Ojek 'Online' Sampaikan Tiga Tuntutan

    Bertemu Komisi V, Perwakilan Ojek "Online" Sampaikan Tiga Tuntutan

    Nasional
    Polisi Gerebek 5 Pelajar yang Sedang Pesta Sabu di Pekanbaru

    Polisi Gerebek 5 Pelajar yang Sedang Pesta Sabu di Pekanbaru

    Regional
    Berebut Pulau, Kanada dan Denmark Terlibat Perang 'Paling Sopan'

    Berebut Pulau, Kanada dan Denmark Terlibat Perang "Paling Sopan"

    Internasional
    Bocah di Australia Curi Kartu Kredit Ibunya untuk Berlibur ke Bali

    Bocah di Australia Curi Kartu Kredit Ibunya untuk Berlibur ke Bali

    Internasional
    Ombudsman Belum Terima Surat Jawaban Pemprov DKI soal Tanah Abang

    Ombudsman Belum Terima Surat Jawaban Pemprov DKI soal Tanah Abang

    Megapolitan
    Ingat Anak, Bos First Travel Menangis Saat Sidang

    Ingat Anak, Bos First Travel Menangis Saat Sidang

    Nasional
    Ojek 'Online': Argo Rp 1.200 Cukup? Bayar WC Umum Saja Rp 2.000

    Ojek "Online": Argo Rp 1.200 Cukup? Bayar WC Umum Saja Rp 2.000

    Megapolitan
    Sepekan Hilang, Pegawai Inspektorat Ditemukan Tewas Gantung Diri di Hutan

    Sepekan Hilang, Pegawai Inspektorat Ditemukan Tewas Gantung Diri di Hutan

    Regional
    PKB Sebut Elektabilitas Jokowi-Prabowo Jadi Pertimbangan Arah Dukungan

    PKB Sebut Elektabilitas Jokowi-Prabowo Jadi Pertimbangan Arah Dukungan

    Nasional
    Close Ads X