Unsyiah Siap Menampung Mahasiswa Tidak Mampu - Kompas.com

Unsyiah Siap Menampung Mahasiswa Tidak Mampu

Kompas.com - 20/03/2013, 23:42 WIB

BANDA ACEH, KOMPAS.com — Pihak Rektorat Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Banda Aceh, berkomitmen untuk menampung mahasiswa dari keluarga kurang mampu agar bisa melanjutkan studi di perguruan tinggi negeri tersebut.

"Kami terus berupaya agar setiap tahunnya mampu menampung sekitar 20 persen dari total penerimaan mahasiswa dari keluarga kurang mampu," kata Pembantu Rektor III Unsyiah, Dr Rusli Yusuf di Banda Aceh, Rabu (20/3/2013).

Disebutkannya, dari total mahasiswa Unsyiah sekitar 20 ribu orang ada sekitar 6.000 mahasiswa melanjutkan studi di perguruan tinggi dengan program beasiswa. "Program beasiswa pendidikan yang diterima oleh enam ribuan mahasiswa itu bersumber dari berbagai pihak," katanya.

Ia mengatakan, Unsyiah juga terus berupaya agar jumlah kuota beasiswa yang diberikan oleh Pemerintah Pusat khususnya seperti Bidikmisi dapat terjadi peningkatan setiap tahunnya.

"Kami berharap jumlah penerima dapat terus meningkat, sehingga makin banyak anak Aceh yang mampu dari segi akademik dan tidak mampu dari ekonomi dapat melanjutkan studinya di perguruan tinggi," katanya.

Unsyiah pada tahun 2013 mengusulkan jumlah penerima Bidikmisi sebanyak 900 orang atau meningkat dari jumlah yang diterima tahun sebelumnya sebanyak 750 orang.

"Pengajuan penambahan ini juga tidak terlepas untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa yang tidak mampu secara ekonomi, tetapi mampu secara akademik untuk bisa kuliah," katanya.

Pihaknya meyakini adanya berbagai program beasiswa yang diberikan kepada anak-anak Aceh akan menjadi salah satu upaya mencetak sumber daya manusia tepat guna dan siap berkontribusi membangun daerah di masa mendatang.


EditorBenny N Joewono
Komentar

Terkini Lainnya

Dishub Tambah Durasi Lampu Hijau demi Urai Kemacetan di Pasar Tasik

Dishub Tambah Durasi Lampu Hijau demi Urai Kemacetan di Pasar Tasik

Megapolitan
Hakim Tunda Vonis 8 WN Taiwan Penyelundup 1 Ton Sabu-sabu

Hakim Tunda Vonis 8 WN Taiwan Penyelundup 1 Ton Sabu-sabu

Megapolitan
Bersama Dua Teman, Pria Ini Bergantian Perkosa Putri Kandungnya

Bersama Dua Teman, Pria Ini Bergantian Perkosa Putri Kandungnya

Internasional
Akademi Antikorupsi, Kuliah Singkat Lawan Korupsi dengan Metode 'E-Learning'

Akademi Antikorupsi, Kuliah Singkat Lawan Korupsi dengan Metode "E-Learning"

Nasional
Perpanjangan Waktu Ganjil-Genap Sudirman-Thamrin Mulai Diuji Coba Senin

Perpanjangan Waktu Ganjil-Genap Sudirman-Thamrin Mulai Diuji Coba Senin

Megapolitan
Mobil Tabrak Pipa Saluran Gas Bikin Rumah Berusia 60 Tahun Meledak

Mobil Tabrak Pipa Saluran Gas Bikin Rumah Berusia 60 Tahun Meledak

Internasional
Cak Imin Merasa Dipuji Jokowi soal Baliho Wajahnya Lebih Banyak Dibanding Promosi Asian Games

Cak Imin Merasa Dipuji Jokowi soal Baliho Wajahnya Lebih Banyak Dibanding Promosi Asian Games

Nasional
Pedagang di Jalan Jatibaru Akan Dipindah ke Lahan Milik Sarana Jaya

Pedagang di Jalan Jatibaru Akan Dipindah ke Lahan Milik Sarana Jaya

Megapolitan
Mantan Narapidana Korupsi Dianggap Tak Berhak Tempati Kursi Parlemen

Mantan Narapidana Korupsi Dianggap Tak Berhak Tempati Kursi Parlemen

Nasional
Berkat YouTube, Pria yang Hilang 40 Tahun Bertemu dengan Keluarganya

Berkat YouTube, Pria yang Hilang 40 Tahun Bertemu dengan Keluarganya

Internasional
Terlilit Utang, Pegawai BRI Kuras Dana Nasabah hingga Rp 562 Juta

Terlilit Utang, Pegawai BRI Kuras Dana Nasabah hingga Rp 562 Juta

Regional
Trump Siap Bekerja Ekstra Keras Demi Warga Jepang yang Diculik Korut

Trump Siap Bekerja Ekstra Keras Demi Warga Jepang yang Diculik Korut

Internasional
Satu Warga di Pulau Buru Terjangkit Penyakit Aneh, Diduga karena Merkuri

Satu Warga di Pulau Buru Terjangkit Penyakit Aneh, Diduga karena Merkuri

Regional
Jaksa Keberatan Fredrich Sebut Penyidik KPK Desersi Polri

Jaksa Keberatan Fredrich Sebut Penyidik KPK Desersi Polri

Nasional
Curi Kucing untuk Dijadikan Sup Tradisional, 2 Pria Ditangkap

Curi Kucing untuk Dijadikan Sup Tradisional, 2 Pria Ditangkap

Internasional
Close Ads X