Kompas.com - 01/04/2013, 04:01 WIB
EditorBenny N Joewono

SURABAYA, KOMPAS.com — Mendikbud Mohammad Nuh menegaskan, soal ujian nasional 2013 yang bocor akan mudah dilacak karena soal UN 2013 memiliki barcode (tampilan sekuriti).

"Dengan adanya barcode akan mudah diketahui mana soal yang bocor, namun soal UN 2013 juga sulit bocor, karena memiliki variasi soal yang lebih banyak dari tahun lalu," katanya di Surabaya, Minggu (31/3/2013).

Ia mengemukakan hal itu setelah melakukan Sosialisasi Kurikulum 2013 dan Peresmian Gedung Pascasarjana Universitas PGRI Adi Buana Surabaya yang dihadiri ratusan guru PGRI se-Jawa Timur.

Mantan Rektor ITS Surabaya itu mengharapkan para siswa SD, SMP, SMA, dan sederajat untuk khusyuk mengerjakan soal UN 2013, karena variasi soal UN yang dikerjakan dalam satu ruang akan berbeda semuanya.

"Saya tahu sekarang sudah beredar bocoran soal UN, tapi dari mana bocoran itu, karena soal UN 2013 saja belum selesai dicetak, kok sudah bocor, lalu dari mana bocoran itu," katanya.

Dalam arahan pada Sosialisasi Kurikulum 2013, Mendikbud menegaskan, mata pelajaran akan mengalami perubahan pendekatan karena tujuan Kurikulum 2013 bukan hanya pengetahuan, melainkan juga sikap dan keterampilan.

"Untuk itu, pendekatan yang sinergis antara pengetahuan, sikap, dan keterampilan akan ada dalam kurikulum baru itu. Misalnya, mata pelajaran IPA yakni Biologi, Kimia, dan Fisika yang akan menginduk ke mata pelajaran Biologi, kemudian mata pelajaran IPS yakni Geografi, Sejarah, Sosiologi, dan Ekonomi yang akan menginduk ke mata pelajaran Geografi. Itu karena target kita bukan hanya pengetahuan," katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bahkan, mata pelajaran Pancasila dan Kewarganegaraan pun tidak akan diajarkan dengan memberitahukan apa saja sila-sila Pancasila dan apa artinya. "Namun, siswa akan diajari tentang cara menjadi warga negara yang efektif untuk saat ini, lalu dikenalkan dengan cara untuk itu melalui Pancasila, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika, Bahasa Indonesia, lagu 'Indonesia Raya', dan sebagainya," katanya.

Tidak hanya itu, pengenalan itu juga akan direlevansikan dengan konteks saat ini. "Jadi, siswa tidak hanya tahu Pancasila, tapi mereka diajak berpikir terkait relevansi Pancasila saat ini," katanya.

Dalam sosialisasi itu, Mendikbud juga menerima sejumlah pertanyaan dari para guru, di antaranya nasib guru mata pelajaran yang diintegrasikan dengan mata pelajaran lain, peraturan tentang tatap muka 24 jam, dan sebagainya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.