Kompas.com - 04/04/2013, 13:58 WIB
Penulis Riana Afifah
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Langkah Koalisi Revolusi Pendidikan yang merupakan gabungan dari Indonesia Corruption Watch (ICW) dan beberapa forum guru untuk menolak Kurikulum 2013 tak kenal henti. Kali ini, koalisi ini mendatangi Kementerian Keuangan untuk meminta agar pihak Kementerian menolak anggaran Kurikulum 2013.

Peneliti ICW, Siti Juliantari Rachman, mengatakan bahwa proses penyusunan kurikulum baru yang akan diterapkan pada Juli mendatang ini rawan dikorupsi. Menurutnya, hal ini tecermin dari kenaikan anggaran secara signifikan yang dilakukan oleh pemerintah hanya dalam waktu yang singkat.

"Anggaran pertama diumumkan Rp 684 miliar, selanjutnya naik jadi Rp 1,4 triliun, dan terakhir jadi Rp 2,49 triliun," kata Tari di depan Gedung Kemenkeu, Jakarta, Kamis (4/4/2013).

Ia menjelaskan bahwa saat ini anggaran kurikulum yang telah disahkan pada APBN 2013 hanya sebesar Rp 684 miliar, padahal yang dibutuhkan Rp 2,49 triliun. Kekurangan anggaran ini coba ditutupi oleh pemerintah dengan menggunakan dana alokasi khusus dan anggaran melekat pada kegiatan lain yang sejalan dengan kegiatan kurikulum.

"Untuk penggunaan anggaran melekat ini kan harus ada persetujuan DPR kalau mata anggarannya ada yang berubah," jelas Tari.

"Kami tidak bisa tinggal diam. Apa yang kami lakukan saat ini adalah simbol permintaan masyarakat agar anggaran kurikulum dapat ditolak oleh Kementerian Keuangan," tandasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
     
    Pilihan Untukmu


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.