Kompas.com - 04/04/2013, 23:48 WIB
|
EditorErvan Hardoko

UNGARAN, KOMPAS.com — Dewan Pendidikan Kabupaten Semarang mendesak pemerintah dan Kepolisian serta TNI agar tidak mengeluarkan izin keramaian selama ujian nasional berlangsung.

Terlalu banyak keramaian di berbagai tempat dikhawatirkan akan mengganggu konsentrasi para siswa saat mengerjakan soal-soal ujian.

"Surat permohonan sudah kami kirimkan kepada Pemkab, Kodam, dan Kepolisian. Tujuannya agar pelajar peserta ujian nasional tidak terganggu. Satpol juga harus melakukan pengawasan," kata Ketua Dewan Pendidikan Zaenal Abidin, Kamis (4/4/2013) siang.

Di sisi lain, kemacetan akibat adanya perbaikan jalan di kawasan Bawen, lanjut Zaenal, juga dikhawatirkan akan mengganggu kelancaran distribusi naskah ujian.

Oleh karena itu, pihaknya meminta Kepolisian untuk mengamankan jalur distribusi agar tidak terjebak kemacetan sehingga naskah dan lembar jawaban ujian nasional (UN) bisa datang tepat waktu.

"UN akan berlangsung pada tanggal 13 April hingga 25 Mei 2013 mendatang berlangsung mulai pukul 06.00 hingga 14.00. Jika tak diantisipasi, saya khawatir soal UN akan datang telat lantaran terjebak macet di Bawen," tambahnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.