Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 05/04/2013, 22:22 WIB
|
EditorFarid Assifa

UNGARAN, KOMPAS.com - Dua SMK di Kabupaten Semarang diduga melakukan pungutan liar dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2013 yang sudah dibuka lebih awal. Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Semarang, The Hok Hiong tengah mengunpulkan sejumlah bukti dari para orangtua calon murid untuk membawa masalah tersebut ke ranah hukum jika dugaan pungli yang dikeluhkan itu benar.

"Ada dua SMK yang tidak perlu saya sebutkan namanya, yang pasti ini adalah peringatan dan kami pun tidak akan tinggal diam untuk melakukan pengawasan. Jika itu benar, kami akan membawanya ke ranah hukum," tega The Hok Hiong, Jumat (5/4/2013) siang.

The Hok khawatir, pungli akan menyebabkan banyak calon siswa dari keluarga miskin tak bisa sekolah. "Keluhan yang kami terima menyebutkan, jika sampai batas waktu yang ditentukan yakni 15 April 2013 tidak bisa membayar Rp 2,5 juta, maka calon siswa baru tersebut dianggap gugur. Ini jelas tidak benar, ujian SMP saja belum berlangsung, kok sudah ada pendaftaran SMA/SMK," katanya.

Secara terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Semarang, Dewi Pramuningsih mengaku belum mendengar adanya pungli seperti yang disampaikan ketua Komisi D DPRD Kabupaten Semarang tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+