Kompas.com - 08/04/2013, 14:34 WIB
Penulis Riana Afifah
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Komunitas Katolik Protestan Peduli Pendidikan Indonesia (K2P3I) menganggap Kurikulum 2013 hanya akan menghasilkan generasi yang rapuh.

Pengajar Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, Romo Mardiatmadja, mengatakan bahwa kurikulum yang akan dijadikan pengganti Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) ini akan membuat guru sulit berkembang dan hanya menghafal materi yang berasal dari buku babon. Sementara tujuan agar siswa menjadi anak yang kreatif pun susah dicapai.

"Guru memang dimudahkan, tapi apa lalu selesai di situ? Tentu tidak. Satu guru dengan guru yang lain itu berbeda, satu kelas dengan kelas yang lain itu berbeda. Tidak bisa diseragamkan begitu saja," kata Mardi saat jumpa pers tentang Penundaan Kurikulum 2013 di KWI Cikini, Jakarta, Senin (8/4/2013).

"Menurut ilmu psikologi dan pendidikan, masalah intra dan interpersonal harus diperhatikan dalam mendidik. Pada kurikulum ini, peran guru untuk mendidik tidak tampak. Guru hanya jadi pawang atau mentor. Akibatnya, anak-anak hasil kurikulum ini menjadi generasi rapuh," imbuh Mardi.

Selain hilangnya peran guru, metode integratif dalam kurikulum ini juga berdampak pada rapuhnya generasi muda nantinya. Dia mencontohkan seorang anak yang mempelajari nilai-nilai kedisiplinan atau toleransi yang dikaitkan dengan matematika. Hal itu, kata Mardi, tentu bukan perkara yang mudah.

"Ilmu matematikanya tidak semua masuk, budi pekertinya juga tidak sepenuhnya masuk. Anak-anak ini kemudian menjadi rapuh. Ini membahayakan bangsa," katanya.

"Pertimbangan terbaik adalah mengubah paradigma guru menjadi seorang teman, rekan dalam belajar. Tanpa perubahan paradigma ini, perubahan kurikulum tidak ada artinya," tandasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
     
    Pilihan Untukmu


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.