Kompas.com - 09/04/2013, 11:38 WIB
|
EditorRusdi Amral

JAKARTA, KOMPAS.com — Seniman jalanan ikut ambil bagian mendukung penolakan Kurikulum 2013. Penolakan ini mereka teriakkan dengan cara membuat mural (seni jalanan) dan poster Tolak Kurikulum 2013.

Seniman jalanan yang ikut menolak Kurikulum 2013 terdiri dari Komunitas Propagraphic, Serrum, Kamar Bincang, Komunitas HAHA HIHI dari Jurusan Seni Rupa Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Milisi Mural Depok dan berbagai seniman jalanan lainnya bersama-sama menolak Kurikulum 2013 yang tengah digiatkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Jaya, seniman dari Propagraphic Serrum, di Jakarta, Selasa (9/4/2013), menjelaskan latar belakang pembuatan mural. "Kami menolak Kurikulum 2013, alasannya sama dengan yang lain. Kurikulum ini malah membuat murid tidak kreatif, terutama pada poin pengurangan muatan lokal. Dari sisi budaya, kita bisa terancam kehilangan jati diri kedaerahan," kata Jaya.

Apalagi, kata Jaya, mata pelajaran Geografi akan ditiadakan. "Serta banyak pengurangan pelajaran di SD. Padahal, tahap SD adalah tahap membangun fondasi pemikiran dan konsep dasar yang penting." Para seniman menilai, Kurikulum 2013 hanya menghasilkan generasi pedagang dan pekerja, tidak mampu menghasilkan generasi kreatif dan berkarya.

Karya para seniman dapat dilihat mulai dari Jalan Kayu Manis, Jakarta Timur, terowongan Cawang, dan Lapangan Tembak Senayan. Penolakan terhadap Kurikulum 2013 terus berlanjut. Senin kemarin, Indonesia Corruption Watch (ICW) menyetorkan nama-nama pejabat yang berpotensi akan menyelewengkan anggaran Kurikulum 2013 pada Komisi Pemberantasan Korupsi. Ini adalah tindak lanjut komitmen ICW untuk memantau pembahasan dan pengelolaan anggaran Kurikulum 2013 sebesar Rp 2,49 triliun.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.