Kompas.com - 12/04/2013, 09:01 WIB
|
EditorHertanto Soebijoto

JAKARTA, KOMPAS.com - Ujian Nasional (UN) untuk siswa SMA dan sederajat akan berlangsung pada Senin (15/4/2013). Namun, Amelia Sani (17) tidak memiliki sama sekali buku ajar kecuali buku PR Matematika. Rumahnya hangus terbakar dan tak tersisa saat dia sedang sekolah pada Senin (8/4/2013) lalu. Kebakaran tersebut terjadi di RT 07 dan RT 12 RW 02 Kelurahan Krendang, Tambora, Jakarta Barat. Kebakaran tersebut menghanguskan sekitar 70 rumah.

Saat itu, Amel, sapaan akrabnya, berangkat sekolah pada siang hari ke SMK Negeri 34 PGRI, Jakarta Pusat. Dia menggunakan pakaian putih abu-abu dan membawa buku pelajaran matematika sebagai mata pelajaran yang sudah dijadwalkan oleh pihak sekolah. Namun, kebakaran besar menghanguskan tempat tinggalnya di Tambora. Seluruh buku dan seragam sekolah yang dia miliki, hangus terbakar. Tak ada yang tersisa kecuali seragam sekolah yang dia kenakan dan buku pelajaran yang dia bawa hari itu.

Amel merasa bingung dan khawatir karena tidak bisa belajar untuk menghadapi Ujian Nasional. Dia hanya mengandalkan belas kasihan teman-temannya yang mau berbagi buku pelajaran untuk bisa belajar bersama. Tanpa bantuan teman-temannya, Amel tidak bisa melakukan persiapan untuk menghadapi ujian Senin mendatang.

"Paling nanti belajar bareng-bareng sama teman. Saya ke rumah teman yang rumahnua di sekitar sini biar bisa belajar," katanya.

Amel tinggal hanya berdua dengan ibunya, Nurhayati (39), di Krendang Tengah 1 RT 07 RW 02 Nomor 10, Tambora, Jakarta Barat. Ibunya bekerja sebagai buruh cuci setrika di lingkungan tempat tinggalnya. Penghasilannya dalam sebulan hanya Rp 300.000 untuk membiayai sekolah Amel sampai lulus SMK.

"Sebelumnya Amel memang mau berhenti saja sekolahnya dan bantu saya cari uang. Tapi saya larang. Biar gimanapun, mau puasa atau gimana, anak saya harus bisa lulus sekolah," kata Nurhayati.

Kini Amel hanya bisa pasrah menerima rumahnya hangus terbakar dan rata dengan tanah. Dia pun resah karena saat UN nanti, sekolahnya mewajibkan anak didiknya menggunakan pakaian putih-putih pada ujian hari pertama. Amel pun sempat tidak masuk sekolah pada Kamis (11/4/2013) kemarin karena tidak memiliki baju batik, seragam yang dia gunakan untuk sekolah pada hari tersebut. Kalau bisa berharap, Amel meminta supaya kebakaran ini tidak menimpa dirinya yang sebentar lagi menghadapi ujian nasional.

"Kalau yang diharapin sih, saya berharap semoga kemarin enggak ada kebakaran. Tapi sekarang kan sudah terjadi. Jadi mau gimana lagi selain pasrah," ujarnya.

Hal serupa dirasakan oleh Wastini (31), orangtua dari Laela Fauziah (12). Sebentar lagi anaknya akan menghadapi Ujian Nasional tingkat sekolah dasar di SD Negeri Angke 04 Petang. Akan tetapi seluruh buku pelajaran dan seragam sekolahnya sudah habis dilahap si jago merah Senin lalu.

Kemarin, Laela pun berangkat sekolah hanya menggunakan pakaian bebas : sandal jepit, serta satu buah buku tulis. Sedangkan pihak sekolah belum memberikan buku sama sekali untuk peserta didiknya yang bulan Mei mendatang akan menghadapi ujian nasional.

Halaman:
Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.