Pingpong Tanggung Jawab Proyek Soal UN

Kompas.com - 16/04/2013, 12:12 WIB
Penulis Riana Afifah
|
EditorCaroline Damanik

JAKARTA, KOMPAS.com — Benang kusut terlambatnya naskah soal Ujian Nasional 2013 di 11 provinsi belum juga terurai. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta percetakan yang berkewajiban menyelesaikan pendistribusian di 11 provinsi justru saling lempar tanggung jawab.

Direktur PT Ghalia Indonesia Printing Hamzah Lukman mengatakan bahwa pengerjaan naskah soal UN pada tahun ini cukup menyulitkan lantaran adanya 30 variasi paket soal. Belum lagi masalah durasi waktu pencetakan soal yang diberikan oleh pihak Kemdikbud dinilai terlalu singkat.

"Kami hanya dapat waktu 25 hari, padahal idealnya sekitar 60 hari kerja soal sebanyak itu dapat diselesaikan," kata Hamzah seusai jumpa pers UN 2013 di Kemdikbud, Jakarta, Minggu (14/4/2013).

Hamzah juga mengakui bahwa kapasitas gudang yang dimiliki percetakannya tidak cukup besar untuk menampung jutaan eksemplar soal yang selesai dicetak.

"Pekerja kami sampai kesusahan untuk pindah tempat karena soalnya cukup banyak," kata Hamzah.

Penjelasan dari Hamzah ini lalu menimbulkan pertanyaan, mengapa perusahaan dengan integritas dan kemampuan produksi seperti ini dapat terpilih dalam jajaran pemenang tender? Apalagi, nilai tender yang ditawarkan oleh PT Ghalia Indonesia Printing paling mahal di antara peserta tender yang lain. NIlainya mencapai Rp 22,5 miliar.

Terbaik dari yang ada

Inspektur IV Inspektorat Jenderal Kemdikbud Amin Priyatna menjelaskan, perusahaan ini bisa memenangi tender karena layanan yang ditawarkan sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan. Perusahaan lain dengan nilai tender yang jauh lebih murah, lanjutnya, tidak memenuhi sejumlah kriteria sehingga tidak lolos tender.

"Dari sisi tempat dan alat kami lihat memadai. Tetapi memang masalah teknis. Kami selalu bilang untuk perbaiki manajemen pengerjaan, khususnya manajemen orang," ungkap Amin saat jumpa pers evaluasi UN, Senin (15/4/2013).

Hal ini dibenarkan oleh anggota Badan Standar Nasional Pendidikan, Teuku Ramli Zakaria, yang menemukan bahwa perusahaan tersebut minim pekerja dan mengerjakan pencetakan untuk 11 provinsi secara langsung bukan dibagi satu provinsi lebih dahulu.

Halaman:
Baca tentang
    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Segera Ditutup! Rekrutmen Perwira TNI bagi Lulusan Sarjana Kesehatan

    Segera Ditutup! Rekrutmen Perwira TNI bagi Lulusan Sarjana Kesehatan

    Edukasi
     Ini Daftar Nama Tenaga Sensor Lembaga Sensor Film Periode 2020-2024

    Ini Daftar Nama Tenaga Sensor Lembaga Sensor Film Periode 2020-2024

    Edukasi
    61 Jurusan Soshum UPI Berikut Daya Tampung di SBMPTN 2020 dan Peminat 2019

    61 Jurusan Soshum UPI Berikut Daya Tampung di SBMPTN 2020 dan Peminat 2019

    Edukasi
    Daya Tampung SBMPTN 2020 UPI, Ini 29 Jurusan Saintek Berikut Peminat di 2019

    Daya Tampung SBMPTN 2020 UPI, Ini 29 Jurusan Saintek Berikut Peminat di 2019

    Edukasi
    Tingkatkan Keselamatan, Sekolah Bisa Kerja Sama dengan Organisasi Pencinta Alam dan Instruktur Profesional

    Tingkatkan Keselamatan, Sekolah Bisa Kerja Sama dengan Organisasi Pencinta Alam dan Instruktur Profesional

    Edukasi
    Indonesia Punya 718 Bahasa Ibu, Jangan Sampai Punah!

    Indonesia Punya 718 Bahasa Ibu, Jangan Sampai Punah!

    Edukasi
    Siswa SMPN 1 Turi Hanyut, Sekolah Mesti Punya Pengetahuan Manajemen Perjalanan dan Risiko

    Siswa SMPN 1 Turi Hanyut, Sekolah Mesti Punya Pengetahuan Manajemen Perjalanan dan Risiko

    Edukasi
    Penyesuaian Model Kompetensi Guru Sesuai Perkembangan Zaman Perlu Dilakukan

    Penyesuaian Model Kompetensi Guru Sesuai Perkembangan Zaman Perlu Dilakukan

    Edukasi
    Festival Sains dan Budaya 2020, Menggebrak Stigma Peringkat Bawah PISA Siswa Indonesia

    Festival Sains dan Budaya 2020, Menggebrak Stigma Peringkat Bawah PISA Siswa Indonesia

    Edukasi
    Menjadi Manusia Waskita: Mari Kita Bicara tentang Kehilangan (Bagian II)

    Menjadi Manusia Waskita: Mari Kita Bicara tentang Kehilangan (Bagian II)

    Edukasi
    Menjadi Manusia Waskita (Bagian I)

    Menjadi Manusia Waskita (Bagian I)

    Edukasi
    Mendikbud Nadiem Segera Lakukan Investigasi Lapangan Musibah Susur Sungai SMPN 1 Turi

    Mendikbud Nadiem Segera Lakukan Investigasi Lapangan Musibah Susur Sungai SMPN 1 Turi

    Edukasi
    Kwarnas: Musibah di SMPN 1 Turi Itu Kegiatan Sekolah atau Pramuka?

    Kwarnas: Musibah di SMPN 1 Turi Itu Kegiatan Sekolah atau Pramuka?

    Edukasi
    Musibah Susur Sungai, Mendikbud Nadiem Ingatkan Sekolah Utamakan Keselamatan Siswa

    Musibah Susur Sungai, Mendikbud Nadiem Ingatkan Sekolah Utamakan Keselamatan Siswa

    Edukasi
    Mendikbud Nadiem Sampaikan Bela Sungkawa atas Musibah Susur Sungai SMP Sleman

    Mendikbud Nadiem Sampaikan Bela Sungkawa atas Musibah Susur Sungai SMP Sleman

    Edukasi
    Close Ads X