DPRD DKI Dorong Direksi PT MRT Jakarta Lebih Terbuka

Kompas.com - 17/04/2013, 08:37 WIB
|
EditorHertanto Soebijoto

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Triwisaksana, mendorong agar direksi baru PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta lebih terbuka kepada publik. Karena, warga menanti-nanti megaproyek yang diyakini dapat mengantisipasi kemacetan Ibu Kota. Hal itu disampaikan Sani--sapaan akrab Triwisaksana--menanggapi aksi tutup mulut direksi baru PT MRT Jakarta.

"Kami mendorong direksi untuk terbuka, karena mereka itu perusahaan publik. Jelaskan saja tahapan sudah sampai di mana, perintah Gubernur seperti apa," kata Sani saat dihubungi wartawan, di Jakarta, Rabu (17/4/2013).

Oleh karena itu, DPRD akan memanggil direksi baru PT MRT Jakarta pekan depan untuk berdialog dan menjelaskan progres megaproyek senilai Rp 15 triliun itu kepada DPRD. Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu juga berjanji akan terus mendukung langkah Pemprov DKI mempercepat pembangunan proyek MRT.

Sani berharap Pemprov DKI dapat lebih taktis untuk dapat memutuskan administrasi pembebanan utang MRT dari Menteri Dalam Negeri dan DPRD. Selain itu, sebagai user, Pemprov DKI juga harus dapat menyelesaikan permasalahan tuntutan warga dan pedagang Fatmawati. Tentunya harus berkoordinasi dengan PT MRT Jakarta sebagai pelaksana proyek yang digagas sejak pemerintahan mantan Gubernur DKI Fauzi Bowo.

"Kalau untuk administrasi utang, DPRD belum terima surat rekomendasi Pemprov. Tapi, kami mendukung upaya itu, karena perbandingan yang sekarang meringankan beban Pemprov DKI. Kami beritikad baik mempercepat proses ini," ujar Sani.

Direksi PT MRT Jakarta memang tak pernah memberikan kejelasan informasi kepada media. Direktur Utama PT MRT Jakarta Dono Boestami ternyata memiliki alasan mengapa dia bersama tiga direksi PT MRT Jakarta lainnya, jarang memberikan kejelasan informasi keberlanjutan MRT. Karena mereka baru bekerja selama tiga minggu, sejak 25 Maret 2013 diangkat melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa.

"Kami hanya manusia biasa bukan superman dan kami diberikan tugas menyelesaikan secepat-cepatnya. Jangan mengejar kami, karena kami bukan selebritis dan bukan artis infotainment. Jangan pula hubungi kami pada Sabtu-Minggu," kata Dono.

Dia tidak menginginkan apabila proyek MRT sudah dibangun, namun mandek di tengah jalan, seperti halnya yang terjadi pada pembangunan monorel yang mangkrak.

Direksi baru PT MRT Jakarta antara lain, Dono Boestami yang saat ini menjadi Dirut PT MRT Jakarta sebelumnya menjadi Chief Financial Officer Indonesia Infrastructure Finance (IIF), Direktur Keuangan dan Administrasi PT MRT Jakarta Tuhiyat sebelumnya juga menjadi Direktur Keuangan PT Aneka Tambang, Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta Muhammad Nasir sebelumnya menjadi Vice President Divisi Regional I Sumatera Utara PT KAI Persero, dan Direktur Operasional dan Pemeliharaan PT MRT Jakarta Albert Tara sebelumnya menjadi Kepala Balai Yasa Manggarai PT KAI Persero.

Berita terkait, baca :

MRT JAKARTA

Baca tentang


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    Close Ads X