Kompas.com - 22/04/2013, 13:43 WIB
|
EditorNasru Alam Aziz

BANJARNEGARA, KOMPAS.com Sebanyak 41 anak pengungsi di Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Senin (22/4/2013), mengikuti ujian nasional SMP. Dari semua siswa yang mengungsi, hanya dua anak yang bertahan di pengungsian, sisanya sudah pulang ke rumah masing-masing.

Kepala SMP Negeri 2 Batur Sunardi mengatakan, semua siswa dapat mengikuti ujian nasional Bahasa Indonesia pukul 07.30-09.30 di sekolah dengan lancar. "Hari Minggu, masih agak kacau karena masih banyak di pengungsian. Namun, malamnya ternyata hanya tinggal sekitar dua anak yang berada di pengungsian bersama orangtuanya," ujarnya.

Menurut dia, siswa kelas IX yang mengungsi akibat gempa bumi pada Jumat malam sebanyak 10 anak. Pada saat diadakan tambahan pelajaran pada Minggu, siswa yang hadir hanya 31 anak dari keseluruhan 41 anak.

Pihak sekolah juga berkoordinasi dengan setiap kepala desa untuk membuat daftar nama siswa dan orangtuanya. "Kami meminta bantuan kepala desa dan relawan supaya anak-anak yang masih mengungsi bisa tetap mengikuti UN," kata Sunardi.

Ia menyebutkan, ada satu peserta ujian yang mengikuti UN tanpa mengenakan seragam sekolah. "Dia belum pulang ke rumah dan berangkat mengikuti ujian dari pengungsian. Karena kondisinya darurat, kami tetap izinkan yang bersangkutan masuk," katanya.

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    Close Ads X