Kompas.com - 22/04/2013, 14:22 WIB
|
EditorKistyarini

SOLO, KOMPAS.com. - Panitia Ujian Nasional di Sekolah Luar Biasa YKAB, Jalan Cokroaminoto, Solo, Jawa Tengah, terpaksa tidak membagikan soal dengan huruf braille kepada tujuh siswa peserta ujian. karena tidak ada tambahan waktu untuk mengerjakan soal.

"Dengan hanya diberikan waktu dua kali 60 menit, siswa tidak dapat mengerjakan soal tepat waktu apabila menggunakan soal huruf braille, olah karena itu, panitia memilih untuk membacakan soalnya saja," kata Ali Sobron, salah satu panitia ujian pada Senin (22/4/2013).

Pihak panitia pun belum membongkar kardus yang berisi soal dengan menggunakan huruf braille. Soal-soal itu masih tersimpan di salah satu ruangan sekolah. Pihak sekolah pun beharap, siswa diberikan waktu tambahan 45 menit untuk menyelesaikan soal ujian dengan braille.

"Sebelum ujian siswa sudah berlatih soal dengan huruf braille, dan diperkirakan apabila hanya 60 menit, tidak akan selesai," kata Sobron.

Pada pelaksanaannya, setiap siswa didampingi satu guru yang bertugas membacakan soal. Pihak sekolah khawatir, memaksakan siswa mengerjakan soal berhuruf braille tanpa tambahan waktu akan berdampak buruk terhadap hasil ujian.

 "Kita ingin seperti ujian siswa SMA yang ikut program inklusi pekan lalu, dan mendapat tambahan waktu," katanya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X