Basuki Pastikan Pengumuman Tender MRT Pekan Ini

Kompas.com - 24/04/2013, 06:01 WIB
|
EditorPalupi Annisa Auliani

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemenang tender penggarapan transportasi massal berbasis rel (MRT) di Jakarta akan segera diumumkan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan tidak ada masalah administrasi, dan proyek siap dijalankan.

"Minggu ini pasti diumumkan," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, di Balaikota Jakarta, Selasa (23/4/2013). Ia mengatakan, saat Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengumumkan siapa pemenang tender pelaksana proyek MRT jalur Blok M-Bundaran Hotel Indonesia, saat itu pula kontraktor mulai mengerjakan megaproyek senilai Rp 15 triliun tersebut.

Selain itu, mantan Bupati Belitung Timur itu juga menegaskan bahwa dalam waktu dekat Pemprov DKI Jakarta akan menggelar rapat umum pemegang saham (RUPS) PT MRT Jakarta untuk pergantian komisaris. Namun, dia belum dapat memastikan kapan pelaksanaannya.

Direktur Utama PT MRT Jakarta Dono Boestami belum bersedia menyebutkan kapan pengumuman pemenang tender MRT akan dilakukan. Dia juga menolak menjelaskan secara detail proyek ini. "Nanti akan tahu sendiri tanggalnya," kata Dono.

Lelang proyek MRT ini diikuti PT Wijaya Karya (Wika) dan Jaya Konstruksi, yang keduanya adalah bagian dari konsorsium pengerjaan paket bawah tanah dari Jalan Sisingamangaraja hingga Bundaran HI. Kedua perusahaan akan membangun MRT bersama perusahaan asal Jepang, yakni Shimizu dan Obayashi.

Pembagian kerja di antara empat perusahaan dalam satu konsorsium tersebut adalah 70 persen dikerjakan untuk Shimizu dan Obayashi, yang masing-masing menanggung 35 persen. Sementara PT Wika dan Jaya Konstruksi mendapat bagian masing-masing 15 persen pekerjaan.

PT Wika juga mengikuti proses tender untuk pengerjaan MRT paket layang (Lebak Bulus sampai Al Azhar) 101, 102, dan 103. Namun, dalam paket layang, Wika akan bekerja sama dengan perusahaan Jepang, Tokyu.

Selain konsorsium tersebut, peserta lelang lain untuk proyek MRT adalah konsorsium Hutama Karya (HK). HK pun menggandeng mitra dari Jepang, yakni Sumitomo Mitsui Construction Company.

Total tender pengerjaan MRT untuk tiga paket bawah tanah adalah Rp 4 triliun hingga Rp 4,5 triliun. Sebelum memasuki tahap pembangunan, akan ada evaluasi kontrak, perumusan kontrak kerja sama, juga pembuatan detail desain MRT.

Sementara itu, untuk pengerjaan paket layang, proses tender masih berlangsung. Sementara pengerjaan dua paket lainnya, yakni paket sistem dan rolling stock (penyedia kereta), baru memasuki tahap prakualifikasi.

Baca tentang


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    Close Ads X