Penjelasan Kabalitbang tentang Kekacauan UN

Kompas.com - 24/04/2013, 07:38 WIB
Penulis Luki Aulia
|
EditorAgus Mulyadi

Namun dari hasil visitasi, tim lelang menyimpulkan tidak ada satu pun percetakan yang dapat mengerjakan lebih dari satu paket. Itu hasil hitung-hitungan tim lelang berdasarkan segi kecepatan waktu atau kelonggaran ruangan. Akhirnya diputuskan satu paket hanya boleh dikerjakan satu percetakan.

Ketika paket pertama dimenangkan perusahaan A, maka perusahaan A yang juga ikut menawar di paket kedua tidak mungkin lagi menang meski harganya paling murah. Bisa jadi PT GIP muncul karena itu. Perusahaan yang lebih murah tereliminasi karena tidak boleh mengerjakan paket lebih dari satu. Panitia lelang yang memutuskan itu.

Panitia lelang itu siapa?

Unit Layanan Pengadaan Barang dan Jasa di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud). Anggotanya terdiri atas campuran orang Balitbang dan Biro Hukum. Panitia lelang didampingi Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemdikbud yang tidak boleh intervensi. Panitia lelang ini independen dan Itjen sudah mengawasi sejak proses lelang. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) untuk urusan percetakan ini, Pak Chandra, di Balitbang.

Berapa lama kontrak kerja percetakan?

Kontraknya 150 hari dan ditandatangani 15 Maret 2013. Itu mencakup UN SMA, SMP, dan paket kesetaraan. Kontrak dimulai 15 Maret hingga ujian paket kesetaraan, yang kedua pada Juli nanti. Kontrak 150 hari itu tidak berarti seluruh pekerjaan itu harus 150 hari. Ada tahapan-tahapan pekerjaan yang harus dipenuhi.

Seperti untuk UN SMA, harus selesai 15 April 2013. Pada H-7, percetakan sudah harus mulai mengirim naskah soal. Ini semua ada di dalam pasal-pasal di kontrak. Percetakan juga seharusnya sudah tahu proses kerjanya karena deskripsi pekerjaannya sudah diumumkan. Bahkan ketika pemenang sudah diumumkan dan sebelum tanda tangan kontrak, sudah saya kumpulkan keenam percetakan itu. Saya sudah jelaskan bahwa pekerjaannya harus sangat cepat karena waktu sudah mepet.

Waktu itu ditanya lagi, sanggup atau tidak, mereka bilang sanggup. Kalau sanggup, nanti begitu DIPA cair langsung tanda tangan kontrak. Dan buktinya memang, dari enam percetakan itu hanya satu yang bermasalah, PT GIP. Seharusnya PT GIP siap dengan beban pekerjaannya karena dia juga ikut menawar di paket ketiga.

Letak kesalahan PT Ghalia di mana?

Ada kelemahan di sisi manajemen yang berujung pada masalah teknis. Itu tidak ketahuan ketika dikunjungi tim visitasi karena mereka belum bekerja. Yang dilihat waktu visitasi itu hanya fasilitas atau sarana-prasarana percetakan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X