Guru Besar dan Dosen Pertanyakan UN

Kompas.com - 25/04/2013, 02:20 WIB
Editor

Jakarta, kompas - Sejumlah persoalan teknis yang menyebabkan pelaksanaan Ujian Nasional 2013 karut-marut, seperti jadwal pelaksanaan yang berbeda serta naskah soal dan lembar jawaban yang difotokopi, dinilai sebagai perlakuan diskriminatif terhadap hak anak. Untuk itu, Forum Guru Besar, Dosen, dan Masyarakat Peduli Pendidikan mendatangi Mahkamah Konstitusi guna menanyakan apakah pelaksanaan ujian nasional yang karut-marut itu termasuk pelanggaran konstitusi.

Rombongan perwakilan guru besar dan dosen yang berasal dari Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Pendidikan Indonesia Bandung, Institut Pertanian Bogor, serta Universitas Airlangga itu bertemu dengan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar dan sembilan hakim konstitusi, Rabu (24/4), di Jakarta.

Guru Besar Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya UI Riris Toha- Sarumpaet mengatakan, pihaknya mempertanyakan posisi hak konstitusi siswa peserta ujian nasional (UN) di tengah pelaksanaan yang karut-marut.

Dosen Filsafat UI, Gadis Arivia, menambahkan, UN menghalangi akses masyarakat luas untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Ini jelas bertentangan dengan UUD 1945.

Menanggapi para guru besar dan dosen itu, Akil Mochtar mengatakan, pihaknya hanya bisa menerima masukan dan tidak dapat mengeluarkan pendapat atau sikap. Ini karena saat ini MK tengah menguji Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional. Akil Mochtar khawatir akan muncul persepsi bahwa MK sudah mengeluarkan putusan tentang isu itu. (LUK)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.