Menkokesra: UN Penting, Jadi Harus Didukung - Kompas.com

Menkokesra: UN Penting, Jadi Harus Didukung

Kompas.com - 25/04/2013, 10:59 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono menegaskan bahwa Ujian Nasional (UN) penting untuk diselenggarakan karena bertujuan untuk melihat mutu pendidikan dan kemampuan pribadi setiap siswa.

"Pemerintah menilai pelaksanaan ujian nasional atau UN itu penting," kata Agung Laksono di Jakarta, Rabu (24/4/2013), usai kembali dari Bandung.

Oleh karena itu, menurutnya, UN tetap perlu dilaksanakan di tahun-tahun mendatang. Hanya saja, Agung mengakui, ada beberapa persiapan teknis yang memang butuh untuk diperbaiki.

"Bahwa teknisnya perlu diperbaiki, iya. Namun pelaksaan UN tetap diperlukan dan tidak perlu dihapuskan, hanya saja perlu ada perbaikan," katanya.

Agung mengaku sudah memberikan instruksi pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk segera melakukan pembenahan. Dengan pembenahan yang tepat, politisi Golkar itu berharap UN bisa berjalan tanpa masalah di masa mendatang.

"Saya juga meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan segera melakukan perbaikan bila ada gangguan dalam pelaksanaan UN," katanya.

Agung menambahkan dalam pelaksanaan UN, instansi terkait juga perlu memberikan dukungan bagi Kemendikbud. Sebagai program rutin, Agung berharap UN didukung penuh oleh DPR maupun Kementerian Keuangan.

"Salah satu dukungan yang diperlukan agar pelaksanaan UN bisa berjalan baik adalah dalam hal anggaran, katanya.

 


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorCaroline Damanik
    Komentar

    Terkini Lainnya

    Peti Matinya Dihancurkan, Lansia di China Dapat Kompensasi Rp 2 Juta

    Peti Matinya Dihancurkan, Lansia di China Dapat Kompensasi Rp 2 Juta

    Internasional
    Mulai Tahun Ini, Calon Jemaah Haji yang Meninggal Dunia Bisa Digantikan Keluarganya

    Mulai Tahun Ini, Calon Jemaah Haji yang Meninggal Dunia Bisa Digantikan Keluarganya

    Nasional
    Kepada Sudirman, Ganjar Minta Diajari Buka 5 Juta Lapangan Kerja dalam 5 Tahun

    Kepada Sudirman, Ganjar Minta Diajari Buka 5 Juta Lapangan Kerja dalam 5 Tahun

    Regional
    Partai Hijau di Australia Desak Legalisasi Ganja

    Partai Hijau di Australia Desak Legalisasi Ganja

    Internasional
    Kekuatan Jokowi Untuk Pilpres 2019 Dianggap Lebih Besar Daripada 2014

    Kekuatan Jokowi Untuk Pilpres 2019 Dianggap Lebih Besar Daripada 2014

    Nasional
    Kasus Korupsi Berlian Rp 208 Triliun, Parlemen Zimbabwe Panggil Mugabe

    Kasus Korupsi Berlian Rp 208 Triliun, Parlemen Zimbabwe Panggil Mugabe

    Internasional
    Tertimpa Boneka Beruang saat Tidur, Bayi 18 Bulan Meninggal

    Tertimpa Boneka Beruang saat Tidur, Bayi 18 Bulan Meninggal

    Internasional
    Politisi PDI-P Sebut Jokowi dan Prabowo Bisa Bersatu, Asalkan...

    Politisi PDI-P Sebut Jokowi dan Prabowo Bisa Bersatu, Asalkan...

    Nasional
    Ida Fauziyah Sebut Perempuan Paling Banyak Terdampak Kemiskinan di Jateng

    Ida Fauziyah Sebut Perempuan Paling Banyak Terdampak Kemiskinan di Jateng

    Regional
    Para Perempuan Pengelola Sampah untuk Selamatkan Bumi

    Para Perempuan Pengelola Sampah untuk Selamatkan Bumi

    Regional
    Sandiaga Bantah Bahas Bersatunya Jokowi-Prabowo Saat Bertemu Ketum PPP

    Sandiaga Bantah Bahas Bersatunya Jokowi-Prabowo Saat Bertemu Ketum PPP

    Nasional
    Berteduh di Pos Ronda, Warga Sukabumi Diduga Tewas Tersambar Petir

    Berteduh di Pos Ronda, Warga Sukabumi Diduga Tewas Tersambar Petir

    Regional
    Kota di AS Larang Polisinya Berlatih dengan Militer Israel

    Kota di AS Larang Polisinya Berlatih dengan Militer Israel

    Internasional
    Dilarang ke Pesta Ultah Teman, Gadis 14 Tahun Lompat dari Lantai 15

    Dilarang ke Pesta Ultah Teman, Gadis 14 Tahun Lompat dari Lantai 15

    Internasional
    Ganjar Tepis Anggapan soal Keterlambatan Pengadaan E-KTP di Jateng

    Ganjar Tepis Anggapan soal Keterlambatan Pengadaan E-KTP di Jateng

    Regional
    Close Ads X