Kompas.com - 26/04/2013, 20:15 WIB
|
EditorFarid Assifa

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh didesak untuk meluluskan seluruh peserta ujian nasional (UN). Menurut sejumlah anggota dewan, hal itu merupakan keputusan terbaik sebagai salah satu bentuk pertanggungjawaban pemerintah atas kekacauan pelaksanaan UN akibat keterlambatan distribusi soal.

"Bapak (M Nuh, red) sudah menyatakan ini bagian tanggung jawab saya, bukan hanya ini masalah dan akan evaluasi. Itu normatif. Saya ingin semua peserta ujian diberikan kelulusan 100 persen sebagai tanda kelulusan untuk perguruan tinggi," ujar anggota Komisi X dari Fraksi Partai Amanat Nasional, Eko Hendro Purnomo, dalam rapat dengar pendapat dengan Mendikbud di kompleks Parlemen, Jumat (26/4/2013).

Hal senada juga disampaikan anggota Komisi X dari Fraksi Partai Demokrat Anton Sukartono Suratto. "Ini perlu dilakukan Menteri, bahwa UN tidak bisa menjadi patokan untuk kelulusan. Jadi perlu diluluskan semua. Saya rasa ini bagian dari pertanggungjawaban atas kesalahan ini," tegas Anton.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) mengumumkan penundaan jadwal ujian nasional (UN) 2013 untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia pada jenjang SMA/MA/SMALB/SMK dan Paket C di 11 provinsi. Provinsi yang mengalami pergeseran jadwal UN tersebut adalah Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

Jumlah siswa peserta di 11 provinsi tersebut sebanyak 1,1 juta dari 3.601 SMA/MA dan 1.508 SMK. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh mengemukakan, untuk mencetak materi UN kali ini, Kemdikbud menunjuk 6 percetakan. Dari keenam percetakan itu, lima di antaranya sudah siap, sedangkan satu percetakan, yaitu PT Ghalia Printing Indonesia yang tugasnya menyebarkan soal ke Indonesia bagian tengah sedang berusaha sekuat tenaga.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    27th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Verifikasi akun KG Media ID
    Verifikasi akun KG Media ID

    Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

    Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.