Kompas.com - 27/04/2013, 07:37 WIB
EditorAgus Mulyadi

Jika pelaksanaan UN dilaksanakan secara profesional sesuai dengan kondisi tahun sebelumnya, yakni dengan mengedepankan kualitas diiringi dengan koreksi soal yang baik, itu tidak masalah. "Tingkat konsentrasi siswa selaku peserta UN akan lebih fokus dan jujur karena memang tingkat kebocoran soal pun tidak ada," katanya.

"Sesuai konsep awal, pada pelaksanaan UN tahun ini (2013), dalam satu kelas, setiap anak akan mengerjakan soal yang berbeda. Tetapi, dengan dilakukannya penggandaan soal itu, saya yakin dalam satu kelas pasti ada yang soalnya sama," ungkap Syaharie Jaang.

Dengan karut-marutnya pelaksanaan UN di sejumlah provinsi, termasuk di Kota Samarinda, lanjut Syaharie Jaang, wajar jika daerah itu meminta kompensasi dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk meluluskan semua peserta UN tersebut akibat pengadaan soal ujian yang bermasalah.

Pelaksanaan UN di Kota Samarinda sendiri menjadi dua kali pelaksanaan. UN SMA/SMK tertunda, yakni dari Kamis (18/4/2013) ditunda  pada Jumat (19/4/2013).

Sumber: Antara

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.