2 Percetakan UN Tidak Bersertifikat "Security Printing" - Kompas.com

2 Percetakan UN Tidak Bersertifikat "Security Printing"

Kompas.com - 28/04/2013, 08:21 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com —  Dua perusahaan percetakan pemenang tender pencetakan dan distribusi naskah soal dan lembar jawaban ujian nasional 2013 yakni PT Ghalia Indonesia Printing dan PT Balebat Dedikasi Prima tidak memiliki label atau sertifikat "security printing". Padahal, naskah soal dan lembar jawaban itu tergolong dokumen negara.

Fakta baru itu muncul ketika Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemdikbud, Khairil Anwar Notodiputro, menjelaskan proses tender percetakan dalam rapat kerja Komisi X DPR dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh, Jumat (26/4/2013) pukul 23.00 WIB di Jakarta.

Menurut Khairil, pihaknya tidak boleh mendiskriminasi atau membatasi proses tender hanya kepada percetakan yang berlabel security printing. Artinya, label security printing tidak menjadi persyaratan dalam proses pengajuan penawaran tender. Padahal, yang dicetak termasuk dokumen negara yang bersifat rahasia.

"Karena ada peraturan itu, panitia lelang tetap memenangkan kedua perusahaan itu," kata Khairil.

Khairil melanjutkan, panitia lelang bekerja berdasarkan berbagai peraturan dan perundang-undangan. Saat bekerja, mereka didampingi oleh LKPP dan Inspektorat Jenderal Kemdikbud. Soal UN menurut tim dari LKPP tidak termasuk yang harus dicetak oleh security printing karena tidak seperti uang atau materai.

"Tapi di syarat lelang semua percetakan harus bersedia melakukan proses pengamanan kerahasiaan UN, seperti layaknya operasi dari percetakan bersertifikat security printing," kata Khairil.

DPR kaget

Anggota Komisi X, Zulfadli, mengaku kaget mendengar fakta baru yang tidak dikemukakan sebelumnya oleh pemerintah. Ia mempertanyakan mengapa percetakan yang tidak memiliki label security printing dapat memenangi tender mencetak dokumen negara. Aturan yang selama ini sudah sangat jelas, dokumen negara harus dicetak oleh percetakan berlabel security printing.

"Ini mungkin titik awal persoalan yang membuat semuanya kacau. Kami minta ini diinvestigasi. Keabsahan dua percetakan ini harus dicek. Mungkin karena tidak punya label itu maka kedua percetakan itu seenaknya saja dan tidak mau bertanggung jawab," kata Zulfadli.

Seperti diberitakan sebelumnya, PT Ghalia Indonesia Printing menang tender paket 3 yang harus mendistribusikan dokumen UN ke Provinsi Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Bali, NTB, NTT, dan Papua Barat.

Adapun PT Balebat Dedikasi Prima menang paket I untuk wilayah Provinsi Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, dan Banten.


PenulisLuki Aulia
EditorAgus Mulyadi
Komentar

Terkini Lainnya

Irak dan UEA Sepakat Bangun Kembali Masjid Agung di Kota Mosul

Irak dan UEA Sepakat Bangun Kembali Masjid Agung di Kota Mosul

Internasional
Gatot: Apabila Republik Memanggil dan Rakyat Berkehendak, Saya Siap jadi Presiden

Gatot: Apabila Republik Memanggil dan Rakyat Berkehendak, Saya Siap jadi Presiden

Nasional
Kepala Divisi Keuangan First Travel Modali Mantan Pacar Buka Salon Rp 60 Juta

Kepala Divisi Keuangan First Travel Modali Mantan Pacar Buka Salon Rp 60 Juta

Nasional
Tokoh Nomor Dua Houthi Tewas dalam Serangan Udara Koalisi Arab Saudi

Tokoh Nomor Dua Houthi Tewas dalam Serangan Udara Koalisi Arab Saudi

Internasional
Bos First Travel Tak Akui Beli Mobil Hingga Jalan-jalan Keliling Eropa Pakai Uang Perusahaan

Bos First Travel Tak Akui Beli Mobil Hingga Jalan-jalan Keliling Eropa Pakai Uang Perusahaan

Nasional
Jaya Suprana Puji Drama Musikal Napi, Usul DPR Buat Hal yang Sama

Jaya Suprana Puji Drama Musikal Napi, Usul DPR Buat Hal yang Sama

Nasional
Merasa Nama Baik Dicemarkan, Guntur Romli Melapor ke Polda Metro Jaya

Merasa Nama Baik Dicemarkan, Guntur Romli Melapor ke Polda Metro Jaya

Megapolitan
Pemprov DKI Kirim Surat Jawaban soal Tanah Abang kepada Ombudsman Senin Sore

Pemprov DKI Kirim Surat Jawaban soal Tanah Abang kepada Ombudsman Senin Sore

Megapolitan
14 Narapidana Lapas Manokwari Kabur dengan Mengancam Sipir

14 Narapidana Lapas Manokwari Kabur dengan Mengancam Sipir

Regional
Saksi Jelaskan Kronologi Penipuan Hotel BCC, Terdakwa Tjipta Membantah

Saksi Jelaskan Kronologi Penipuan Hotel BCC, Terdakwa Tjipta Membantah

Regional
Militer Israel Lancarkan Serangan ke Artileri Milik Rezim Suriah

Militer Israel Lancarkan Serangan ke Artileri Milik Rezim Suriah

Internasional
Sampaikan 3 Tuntutan, Pengemudi Ojek 'Online' Tunggu Realisasi Janji Komisi V DPR

Sampaikan 3 Tuntutan, Pengemudi Ojek "Online" Tunggu Realisasi Janji Komisi V DPR

Megapolitan
Ratusan Napi Gelar Drama Teater di TIM, Wiranto Nilai Istimewa

Ratusan Napi Gelar Drama Teater di TIM, Wiranto Nilai Istimewa

Nasional
Hilang Dua Bulan, Seorang Pria Ditemukan Tewas di Pulau Tak Berpenghuni

Hilang Dua Bulan, Seorang Pria Ditemukan Tewas di Pulau Tak Berpenghuni

Internasional
Dua Orang yang Ditemukan Lemas di Mobil Diduga Keracunan

Dua Orang yang Ditemukan Lemas di Mobil Diduga Keracunan

Regional
Close Ads X