Kompas.com - 28/04/2013, 17:24 WIB
EditorAgus Mulyadi

PONTIANAK, KOMPAS.com - Gubernur Kalimantan Barat Cornelis mengatakan Pekan Budaya Dayak (PDB) 2013 menjadi ajang untuk memperkenalkan kepada dunia, mengenai budaya Dayak yang sudah lama ada dan merupakan bagian dari bangsa Indonesia.

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Kalbar, Numsuan Madsun, saat dihubungi dari Pontianak, Minggu (28/4/2013), mengatakan, pernyataan Gubernur Cornelis itu disampaikan saat menghadiri pembukaan Pekan Budaya Dayak 2013 di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (27/4/2013).

Ia melanjutkan, kegiatan Pekan Budaya Dayak (PBD) akan menjadi agenda tahunan sekaligus promosi bagi etnis Dayak di Kalimantan, untuk menampilkan produk unggulan yang berkualitas baik dari masyarakat adat maupun pemerintah daerah setempat.

"Kegiatan ini akan mendorong percepatan pembangunan Kalimantan di berbagai bidang. Seperti yang diketahui bahwa Kalbar memiliki wilayah yang sangat luas, dan sumber daya alam yang sangat melimpah, bila tidak dikenalkan dan dipromosikan akan rugi sendiri, atau sia-sia," ujarnya.

Untuk itu, ia menambahkan, melalui PBD 2013, semuanya akan ditampilkan, baik dari sektor pertanian, perikanan, perkebunan, tambang, kerajinan, intan, bahkan sampai kuliner.

Selain itu, sangat diharapkan bisa mengali potensi-potensi di setiap daerah di Kalimantan, terlebih lagi di Kalbar yang memiliki bermacam-macam keindahan seni dan budaya.

"Selama ini seni dan budaya Dayak hanya bisa ditampilkan lewat ajang-ajang tingkat kabupaten/kota, dan provinsi saja, bahkan bisa dikatakan sangat jarang untuk ditampilkan di tingkat nasional," ujar Numsuan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Padahal, lanjutnya, harus diakui, seni dan budaya yang ada di suku Dayak memiliki keunikan tersendiri, seperti tenun batik, ukiran, dan anyaman.

"Potensi-potensi itulah sebagian contoh yang harus digali dan ditingkatkan lagi untuk bisa lebih bisa dipromosikan di tingkat nasional dan mancanegara, terlebih sebagai rasa kecintaan kita terhadap peninggalan budaya  yang ada," kata Numsuan.

Wakil Presiden Boediono saat membuka PBD 2013 mengatakan, kegiatan itu memberikan kesempatan kepada semua orang untuk memahami, menyayangi, dan ikut memiliki berbagai khazanah budaya di Indonesia.

"Ini sangat penting, terutama kaum orang sebab mereka sebagai dalang masa depan bangsa," kata Boediono.

Sekitar 5.000 masyarakat adat Dayak seluruh Kalimantan di Indonesia memenuhi lokasi kegiatan. "Untaian zamrud Khatulistiwa akan kokoh apabila masing-masing perniknya tersambung dengan pernik-pernik lainnya," kata Boediono.

Sumber: Antara

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.