Kompas.com - 30/04/2013, 14:11 WIB
Penulis Riana Afifah
|
EditorCaroline Damanik

JAKARTA, KOMPAS.com — Inspektorat Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akhirnya menyelesaikan investigasi ujian nasional (UN) yang sempat kisruh. Pihak Inspektorat berharap Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh segera memaparkan ke publik apa saja hasil investigasi dan rekomendasi terkait UN.

Inspektur Jenderal Kemdikbud Haryono Umar mengatakan bahwa hasil tersebut sudah diserahkan kepada Mendikbud untuk didalami agar dapat mengambil langkah yang tepat sehingga kejadian serupa terkait UN tidak terulang kembali. Pasalnya, kisruh UN yang terjadi beberapa waktu lalu cukup merugikan berbagai pihak, khususnya anak-anak peserta UN.

"Kami berharap hari ini dapat segera diumumkan. Jadi, publik tidak perlu bertanya-tanya lagi apa yang menjadi penyebab kacaunya UN. Tapi, Menteri juga sedang mempelajari apa yang kami berikan," kata Haryono kepada Kompas.com, Selasa (30/4/2013).

Ada oknum

Ia menjelaskan bahwa dalam hasil investigasi tersebut dipaparkan berbagai rekomendasi terkait kredibilitas UN dan legitimasinya, perbaikan manajerial di lingkungan Kemdikbud, dan hubungan UN dengan kurikulum baru yang rencananya diterapkan pada Juli mendatang.

"Yang pasti kami jelaskan fakta apa saja yang terjadi, kemudian kami berikan rekomendasi," jelas Haryono.

Dalam rekomendasi tersebut, ternyata juga terdapat poin oknum yang harus kena sanksi dan bertanggung jawab atas keterlambatan dan penundaan UN di 11 provinsi beberapa waktu lalu. Ditambah lagi, berbagai masalah yang juga dialami daerah lain seperti soal tertukar atau lembar jawaban yang buruk.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Tentu ada yang harus kena sanksi. Oknumnya ada yang dari internal dan ada juga yang dari eksternal," tandasnya

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.