"Saya Harus Laporkan Hasil Investigasi UN Dulu ke Presiden"

Kompas.com - 30/04/2013, 18:17 WIB
Penulis Sandro Gatra
|
EditorCaroline Damanik

JAKARTA, KOMPAS.com — Investigasi terhadap kasus penundaan pelaksaan ujian nasional (UN) untuk SMA/SMK sederajat di 11 provinsi sudah rampung. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh akan melaporkan hasil investigasi tersebut kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

"Etikanya sebelum saya sampaikan ke publik, saya harus lapor dulu ke Presiden. Kalau bisa hari ini (melapor), ya, hari ini. Kalau tidak bisa, ya, besok," kata Nuh di sela acara Musyawarah Rencana Pembangunan Nasional di Gedung Menara Bidakara, Jakarta, Selasa (30/4/2013) siang.

Nuh mengatakan, investigasi yang dilakukan oleh tim internal terkait wilayah pengadaan, pelaksanaan, dan percetakan bahan ujian. Namun, lantaran belum melaporkan ke Presiden, Nuh tak mau berkomentar terkait hasil investigasi.

Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta hasil investigasi pihak Kemdiknas sebagai bahan evaluasi. Jika ditemukan ada pelanggaran, kata Presiden, harus diberikan sanksi.

Pelaksanaan UN SMA/SMK sederajat di 11 provinsi ditunda selama tiga hari karena ada masalah teknis di salah satu dari lima percetakan pemenang tender. Provinsi yang mengalami penundaan itu adalah Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Bali, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, dan Gorontalo.

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    Close Ads X