Kompas.com - 02/05/2013, 11:31 WIB
|
EditorRobert Adhi Ksp

BANDAR LAMPUNG, KOMPAS.com — Unjuk rasa peringatan Hari Pendidikan Nasional di Bandar Lampung, Kamis (2/5/2013), diwarnai kericuhan. Puluhan mahasiswa dari Aliansi BEM se-Lampung memaksa masuk ke ruang Sidang DPRD Lampung.

Puluhan mahasiswa ini memaksa menemui Ketua DPRD Marwan Cik Asan yang tengah memimpin Sidang Paripurna DPRD Provinsi Lampung. Mereka lalu mencoba menerobos barisan polisi dan Satpol PP yang menjaga pintu masuk Gedung DPRD Lampung. Kericuhan dan adu fisik dorong mendorong antara mahasiswa dan aparat pun tidak terhindarkan.

Mahasiswa nekat mencoba masuk ke ruang Sidang Paripurna. "Jika kami tidak bisa ditemui Ketua (DPRD Lampung), maka biarkan kami yang masuk ke sidang," teriak Erfan, koordinator lapangan aksi itu.

Anggota DPRD Lampung, Dendi Ramadona, sempat menemui pengunjuk rasa. Namun, kedatangannya tetap tidak digubris para pengunjuk rasa. "Pokoknya kami ingin ditemui Ketua DPRD," teriak pengunjuk rasa.

Dalam unjuk rasa ini massa menuntut pemenuhan 20 persen anggaran pendidikan, penyetaraan mutu pendidikan di kabupaten / kota se-Lampung, dan penindakan tegas kasus ujian nasional.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.