Pergilah Lamkaruna, Raih Mimpimu Jadi Ulama...

Kompas.com - 07/05/2013, 12:12 WIB
EditorCaroline Damanik

Sebenarnya apa yang dia ceritakan biasa saja. Tapi aku rasakan kalimat-kalimatnya begitu tulus. Entah dari belah mananya, tapi aku amat tertohok. Pada sahabat penanya yang ada di seberang pulau sana, Lamkaruna menulis seperti ini: ‘Kawan, cita-citamu apa? Kalau saya ingin menjadi ulama orang yang pintar’. Hanya begitu saja. Tapi kalimat itu jadi gong yang menghantam kesadaranku.

‘Memang apa yang salah dengan Dayah? Apa yang salah dengan menjadi ulama? Sepanjang itu semua adalah kemauannya, seharusnya aku mendukungnya. Ya, mungkin dia mampu untuk menjadi ilmuwan, dokter, dosen, bankir, apapun. Tapi apa memang itu yang ia mau? Bukankah aku sendiri pernah merasakan bagaimana menyebalkannya ketika mengerjakan sesuatu (yang walaupun kita mampu) tapi tak kita mau? Ah, seharusnya aku berbangga. Di kala jutaan orang dewasa masih menjalani hidup dengan bertanya apa passion mereka, dia–Lamkaruna ku–telah menemukannya dan mantap menjalaninya. Siapakah aku, yang bisa seenak bujal menyumpalinya dengan mimpi-mimpi hebat–yang sebenarnya adalah impianku seorang? Siapakah aku, yang bisa mengoyak cita-citanya yang amat mulia itu, hanya karena kupikir dia pantas mendapatkan sesuatu yang lebih? Tidak, aku tidak bisa dan tidak akan pernah tega.’

 ***

Maka nak, Lamkaruna ku, bocah tengil berkepala telurku, kan kuproyeksikan dirimu dalam kepalaku bahwa: seseorang yang akan berdiri di mimbar megah dengan jutaan umat yang mendengarkan setiap ucapannya dengan hikmat di masjid yang paling kesohor itu adalah dirimu. Dan kuyakin itu kan mewujud kelak dalam hidupmu.

Mencintai juga berarti merelakan. Maka, aku merelakan Lamkaruna.

 

Halaman:
Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    Close Ads X