Kalau UN SD Dihapus, Apa Gantinya?

Kompas.com - 07/05/2013, 14:43 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh meminta agar rencana penghapusan ujian nasional (UN) sekolah dasar (SD) ini dikaji lebih dalam dan dicarikan pengganti yang tepat. Tanpa ada penggantinya, maka UN tidak bisa begitu saja dihilangkan.

"Tiap jenjang pendidikan itu harus ada evaluasinya. Tidak bisa begitu saja dihilangkan lalu tidak ada gantinya," kata Nuh di Kemdikbud, Jakarta, Selasa (7/5/2013).

Mengenai usulan agar UN digantikan dengan ujian sekolah saja, ia menjelaskan bahwa hal tersebut sulit dilakukan. Pasalnya, kredibilitas ujiannya dikhawatirkan tidak akan diakui oleh sekolah menengah pertama (SMP), sehingga harus menggunakan ujian masuk dari SMP tersebut.

"Nanti akan ada pekerjaan lagi, karena SMP pasti akan ada ujian saringan lagi. Karena sekolah tidak yakin dengan hasil ujian sekolah," ungkap Nuh.

"Misalkan saja dengan ujian sekolah, bisa saja nanti nilainya delapan dan sembilan semua," ujar Nuh.

Untuk itu, sebelum gagasan penghapusan UN ini dilakukan, maka sebaiknya disediakan pengganti yang sesuai dan tetap dapat mengukur pemetaan pendidikan dan dapat teruji kredibilitasnya untuk melanjutkan sekolah ke jenjang berikutnya.

"Jadi kalau UN SD dihapuskan, apa penggantinya? Jangan dihapuskan lalu belum ada penggantinya. Harus bisa untuk memetakan dan penilaian," tandasnya.

 



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorCaroline Damanik

    Terkini Lainnya

    Kejaksaan Masih Teliti Berkas Kasus Eggi Sudjana

    Kejaksaan Masih Teliti Berkas Kasus Eggi Sudjana

    Nasional
    Sebelum Meninggal, Mantan Presiden Mesir Sebut Punya 'Banyak Rahasia'

    Sebelum Meninggal, Mantan Presiden Mesir Sebut Punya "Banyak Rahasia"

    Internasional
    Kande Tompa, Tradisi Mencari Jodoh Masyarakat Buton Setelah Lebaran

    Kande Tompa, Tradisi Mencari Jodoh Masyarakat Buton Setelah Lebaran

    Regional
    6 Fakta Kecelakaan Maut di Tol Cipali, Alasan Tersangka Serang Sopir Bus hingga Tes Kejiwaan

    6 Fakta Kecelakaan Maut di Tol Cipali, Alasan Tersangka Serang Sopir Bus hingga Tes Kejiwaan

    Regional
    Petitum Sengketa Hasil Pilpres Disebut Tak Lazim, Ini Respons Tim Hukum Prabowo-Sandiaga

    Petitum Sengketa Hasil Pilpres Disebut Tak Lazim, Ini Respons Tim Hukum Prabowo-Sandiaga

    Nasional
    [POPULER NUSANTARA] Penyebab Kecelakaan Maut di Tol Cipali | Pernikahan TKI dengan Mahar Xpander Seharga 256 Juta

    [POPULER NUSANTARA] Penyebab Kecelakaan Maut di Tol Cipali | Pernikahan TKI dengan Mahar Xpander Seharga 256 Juta

    Regional
    KPK Periksa Rektor IAIN Pontianak sebagai Saksi Kasus Romahurmuziy

    KPK Periksa Rektor IAIN Pontianak sebagai Saksi Kasus Romahurmuziy

    Regional
    Tersangkut Kasus Narkoba, Oknum Polisi Dipecat Tidak Hormat

    Tersangkut Kasus Narkoba, Oknum Polisi Dipecat Tidak Hormat

    Regional
    Fakta Penangkapan Pria dalam Video Hoaks 'Server KPU Diatur'

    Fakta Penangkapan Pria dalam Video Hoaks "Server KPU Diatur"

    Nasional
    Viral Video Tabrakan Beruntun Bus dengan Truk Tangki di Padang

    Viral Video Tabrakan Beruntun Bus dengan Truk Tangki di Padang

    Regional
    Ini Rekayasa Lalu Lintas di Sekitar Gedung MK Saat Sidang Hari Ini

    Ini Rekayasa Lalu Lintas di Sekitar Gedung MK Saat Sidang Hari Ini

    Megapolitan
    Mulai Banyak Dilirik, 4 Kampus Ini Buka Prodi Kekinian “Big Data”

    Mulai Banyak Dilirik, 4 Kampus Ini Buka Prodi Kekinian “Big Data”

    Edukasi
    LTMPT: Penerimaan Jalur SBMPTN 2019 Tergantung 6 Hal Ini

    LTMPT: Penerimaan Jalur SBMPTN 2019 Tergantung 6 Hal Ini

    Edukasi
    Titik Terang Penyebab Korban Tewas Saat Kerusuhan 21-22 Mei...

    Titik Terang Penyebab Korban Tewas Saat Kerusuhan 21-22 Mei...

    Nasional
    Ini Identitas 3 Jenazah Penumpang KM Nusa Kenari 02 yang Baru Ditemukan

    Ini Identitas 3 Jenazah Penumpang KM Nusa Kenari 02 yang Baru Ditemukan

    Regional

    Close Ads X