Kompas.com - 08/05/2013, 14:48 WIB
Penulis Riana Afifah
|
EditorCaroline Damanik

JAKARTA, KOMPAS.com - Akibat pengurangan jumlah sasaran sekolah pada kurikulum baru, tender buku yang semestinya sudah mulai ikut terkena imbasnya. Hal ini diakui oleh Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Musliar Kasim, bahwa tender buku mundur waktunya.

"Iya mundur. Karena kemarin itu kita sasarannya 30 persen. Turunnya sasaran maka harus dihitung ulang lagi," kata Musliar di Jakarta, Rabu (8/5/2013).

Penghitungan ulang tersebut berkaitan dengan jumlah eksemplar dan nominal harga satuan produksinya. Pasalnya, hal tersebut harus teliti dilakukan karena akan dimasukkan pada anggaran yang tentu saja turun dari Rp 2,49 triliun tersebut.

"Berapa sasarannya dan biaya nominalnya tendernya itu diperhitungkan benar. Karena biaya untuk mencetak buku sepuluh ribu dengan cetak seribu itu beda," jelas Musliar.

Beberapa waktu lalu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh juga membenarkan bahwa eksemplar buku akan turun dari jumlah yang ditentukan sebelumnya. Hal ini mengikuti pemotongan habis jumlah sasaran sekolah menjadi 6.410 sekolah.

"Eksemplar buku jelas berkurang. Jumlah sekolah berkurang, ya pasti eksemplar bukunya berkurang. Dan ini juga berkaitan dengan distribusinya," tandasnya.

 

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    Close Ads X