Kabalitbang Kemdikbud Jadi Mundur atau Tidak?

Kompas.com - 10/05/2013, 16:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Setelah kabar pengunduran dirinya beredar sejak pekan lalu, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Khairil Anwar Notodiputro belum memberikan keterangan apa pun. Jumat (10/5/2013) ini, Khairil juga tidak hadir di kantornya sejak pagi. Padahal biasanya yang bersangkutan selalu hadir tepat waktu.

Sekretaris Balitbang, Anna, mengatakan bahwa Khairil tidak datang ke kantornya pada hari ini. Khairil, lanjutnya, sudah jarang hadir seperti biasa setelah kabar pengunduran dirinya terkait kisruh Ujian Nasional (UN) 2013 mulai tersebar ke media massa.

"Bapak hari ini tidak datang ke kantor. Biasanya datang kok. Tapi hari ini tidak kelihatan," kata Anna, saat dijumpai di Gedung E Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Jakarta, Jumat (10/5/2013).

Menurut pengamatan Kompas.com, ruangan kantornya tampak sepi. Tak tampak sosok pejabat eselon satu Kemdikbud ini. Khairil juga tidak tampak seusai shalat Jumat yang digelar di masjid di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Sementara itu, pesan singkat dan pesan via BlackBerry yang ditujukan kepadanya untuk meminta keterangan tentang tindak lanjut kisruh Ujian Nasional (UN) 2013 tidak kunjung direspon. Telepon seluler profesor Institut Pertanian Bogor (IPB) ini aktif, hanya tidak pernah diangkat setelah beberapa kali dicoba untuk dihubungi.

Keberadaan Khairil menjadi pertanyaan karena belum ada satu pun pejabat Kemdikbud yang memberikan konfirmasi seputar kabar pengunduran dirinya, termasuk Mendikbud M Nuh dan Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Musliar Kasim. Kabar Khairil akan mengundurkan diri merebak akhir pekan lalu karena terkait dengan kekacauan penyelenggaraan UN 2013 untuk jenjang SMA dan SMP.

Belum ada surat pengunduran diri

Sementara itu, pihak kepresidenan juga belum menerima surat pengunduran diri atas nama Kabalitbang Kemdikbud. Hal ini disampaikan Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha ketika dihubungi oleh Kompas.com.

"Kami belum melihat surat yang dimaksud," tuturnya, Jumat (10/5/2013).

Selasa lalu, Musliar mengatakan bahwa pengunduran diri pejabat eselon I tidak bisa dilakukan sembarangan. Proses pengunduran diri harus diawali dengan laporan kepada Presiden Republik Indonesia (RI). Pasalnya, pengangkatan pejabat eselon I tersebut dilakukan oleh Presiden Republik Indonesia.

"Jadi, harus lewat Presiden dulu dan dilaporkan pada Pak Menteri dulu. Itu kalau eselon satu," katanya.

 


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorCaroline Damanik

    Terkini Lainnya

    Kotak Suara Pemilu Diangkut Pakai Mobil Sampah di Makassar

    Kotak Suara Pemilu Diangkut Pakai Mobil Sampah di Makassar

    Regional
    Ditjen Pemasyarakatan Serahkan Kartu Identitas untuk 1.103 Anak dari LPKA

    Ditjen Pemasyarakatan Serahkan Kartu Identitas untuk 1.103 Anak dari LPKA

    Nasional
    Mau Naik MRT? Pahami Dulu Aturan dan Larangan Berikut Ini...

    Mau Naik MRT? Pahami Dulu Aturan dan Larangan Berikut Ini...

    Megapolitan
    Kuasa Hukum Sebut Jokdri Diperiksa soal Barang Bukti dan Aliran Dana

    Kuasa Hukum Sebut Jokdri Diperiksa soal Barang Bukti dan Aliran Dana

    Megapolitan
    Caleg Jadi Bos Komplotan Pencuri, Alasannya Butuh Duit untuk Kampanye

    Caleg Jadi Bos Komplotan Pencuri, Alasannya Butuh Duit untuk Kampanye

    Regional
    Tak Diberi Uang Jajan, Seorang Pemuda Rusak Kios dan Ancam Bunuh Abangnya

    Tak Diberi Uang Jajan, Seorang Pemuda Rusak Kios dan Ancam Bunuh Abangnya

    Regional
    Survei Vox Populi: Jokowi-Ma'ruf 54,1 Persen, Prabowo-Sandiaga 33,6 Persen

    Survei Vox Populi: Jokowi-Ma'ruf 54,1 Persen, Prabowo-Sandiaga 33,6 Persen

    Nasional
    KPU Batalkan Keikutsertaan 6 Parpol Dalam Pemilu di NTT

    KPU Batalkan Keikutsertaan 6 Parpol Dalam Pemilu di NTT

    Regional
    Akses Halte Bundaran HI ke Stasiun MRT Belum Ramah Disabilitas

    Akses Halte Bundaran HI ke Stasiun MRT Belum Ramah Disabilitas

    Megapolitan
    Enam Anggota DPRD Babel Korban Lion Air JT 610 Tuntas di PAW

    Enam Anggota DPRD Babel Korban Lion Air JT 610 Tuntas di PAW

    Regional
    TKN: Di Tempat Kami Enggak Ada Orang seperti Ratna Sarumpaet, Fadli Zon, Amien Rais...

    TKN: Di Tempat Kami Enggak Ada Orang seperti Ratna Sarumpaet, Fadli Zon, Amien Rais...

    Nasional
    KPU Kepri Coret 6 Parpol karena Tak Laporan Dana Kampanye

    KPU Kepri Coret 6 Parpol karena Tak Laporan Dana Kampanye

    Regional
    Peringati Hari Jadi Ke-484 Masjid Menara Kudus, Simbol Toleransi Umat Beragama

    Peringati Hari Jadi Ke-484 Masjid Menara Kudus, Simbol Toleransi Umat Beragama

    Regional
    Banyak Kekerasan terhadap Pers, AJI Bentuk Komite Keselamatan Jurnalis

    Banyak Kekerasan terhadap Pers, AJI Bentuk Komite Keselamatan Jurnalis

    Nasional
    Kuasa Hukum Bantah Jokdri Mangkir dari Panggilan Satgas Antimafia Bola

    Kuasa Hukum Bantah Jokdri Mangkir dari Panggilan Satgas Antimafia Bola

    Megapolitan


    Close Ads X