Hasil Investigasi Diumumkan Hari Ini

Kompas.com - 13/05/2013, 12:14 WIB

MADIUN, KOMPAS.com - Hasil investigasi internal penyebab kekacauan penyelenggaraan Ujian Nasional 2013 di 11 provinsi akan diumumkan Senin (13/5) ini. Namun, belum semua yang akan diumumkan.

”Yang hasil investigasinya siap diumumkan kepada publik baru wilayah pelaksanaan,” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh di sela-sela peresmian Politeknik Negeri Madiun, di Kota Madiun, Jawa Timur, Sabtu. Ada tiga wilayah yang diinvestigasi, yakni lelang pengadaan, pelaksanaan, dan percetakan.

Hasil investigasi internal pada dua wilayah, yakni lelang pengadaan dan percetakan, belum bisa disampaikan kepada khalayak. Alasannya, pihak Kemdikbud masih memerlukan sejumlah penajaman.

Pada wilayah pengadaan, misalnya, menurut Nuh, masih diperlukan beberapa penajaman untuk sampai akar persoalan. Oleh karena itu, ia meminta kelonggaran waktu supaya bisa menyampaikan hasil investigasi internal secara menyeluruh.

Selain mengumumkan hasil investigasi internal penyebab karut-marut penyelenggaraan UN 2013, Nuh juga mengatakan akan memberikan sanksi tegas kepada pihak yang terbukti bersalah atau melanggar hukum.

”Sanksi akan diberikan mulai dari paling ringan, yakni peringatan tertulis, hingga sanksi terberat berupa pemberhentian. Penerapan sanksi akan dilakukan sesuai situasi,” katanya.

Selain berbicara tentang UN, Nuh juga menyinggung soal Kurikulum 2013 yang akan dilaksanakan bertahap dan terbatas. Untuk jenjang pendidikan SD hanya kelas I dan IV, SMP hanya kelas I, dan SMA juga hanya kelas I.

Penerapan Kurikulum 2013 juga tidak akan dilakukan di semua sekolah, tetapi terbatas pada sekolah terpilih. Tahun depan, penerapan kurikulum baru itu dimungkinkan diperluas pada semua sekolah.

Ditanya kelebihan Kurikulum 2013 dibandingkan kurikulum sebelumnya, mantan Rektor ITS itu mengatakan, kelebihan ada pada penyatuan antara sikap, keterampilan, dan pengetahuan. Ada materi budi pekerti.

Sebelumnya, pada diskusi Memahami Kurikulum Pendidikan 2013 yang diadakan Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta, Guru Besar Matematika ITB Iwan Pranoto mengatakan, banyak hal pada Kurikulum 2013 yang tak bisa dipahami, di antaranya soal target ”kompetensi inti”. Tak satu pun peserta diskusi yang menyatakan bisa memahami kalimat dalam ”kompetensi inti” tersebut. (NIK/LUK/TOP)

 

Baca tentang


    Rekomendasi untuk anda
    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    Close Ads X