Kompas.com - 13/05/2013, 17:21 WIB
Penulis Riana Afifah
|
EditorCaroline Damanik

JAKARTA, KOMPAS.com  Hasil investigasi Inspektorat Jenderal (Itjen) terkait dengan kacaunya penyelenggaraan ujian nasional (UN) 2013 akhirnya dibuka kepada publik oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh. Hasil investigasi menunjukkan empat alasan penundaan UN untuk 11 provinsi Indonesia Tengah pada UN jenjang SMA/SMK/MA.

Nuh mengakui bahwa alasan pertamanya ialah terkait dengan daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) yang baru keluar tanggal 13 Maret. Sementara kontrak dilaksanakan pada tanggal 15 Maret, padahal sebenarnya anggaran tersebut sudah disetujui DPR RI pada 21 Desember 2011.

"Mandeknya di Kementerian Keuangan. Sudah disurati tak ada jawaban sampai akhirnya dibawa ke ratas (rapat terbatas) dengan Presiden 28 Februari. Akhirnya, turun 13 Maret," jelas Nuh.

"Padahal, kalau dilihat dari tender UN, Februari sudah masuk masa sanggah sehingga kalau DIPA-nya sudah ada, kontrak sudah dilakukan akhir Februari," imbuhnya.

Alasan kedua adalah kelemahan manajerial di Kemdikbud yang berkaitan dengan penyampaian master naskah UN dari Pusat Penilaian Pendidikan yang diserahkan tidak secara keseluruhan pada percetakan yang akan menggandakan naskah tersebut.

"Penyampaian master naskah UN dari puspendik tidak diserahkan kepada percetakan secara menyeluruh. Jadi, diberikannya bertahap, yaitu pada tanggal 15 Maret, 18 Maret, dan 23 Maret," ungkap Nuh.

"Itjen sudah kasih early warning tentang hal kritis, tapi tidak direspons dengan baik," imbuhnya.

Selanjutnya, alasan ketiga adalah kelemahan di percetakan dan kesiapan dalam mencetak soal hingga mendistribusikannya ke daerah-daerah tujuan sesuai paket yang dimenangkan oleh masing-masing percetakan.

"Ada persoalan teknis sendiri pada saat persiapan cetak, dari masalah packing hingga kesulitan menggabungkan antaran naskah dan LJUN," tuturnya.

Sementara itu, alasan terakhir terkait sisi pengawasan. Alasan terakhir ini diperjelas Nuh usai menyampaikan hasil investigasi tertundanya UN kepada Presiden secara lisan, Senin sore. Keempat alasan ini, lanjutnya, memberi kontribusi keterlambatan distribusi naskah soal dan lembar jawaban UN.

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    Close Ads X