Kompas.com - 14/05/2013, 09:57 WIB
EditorCaroline Damanik

KOMPAS.com - Komitmen terhadap siswa, inovasi, dan kreativitas guru merupakan faktor pendukung terbesar dalam proses pendidikan. Catharina (48), seorang guru SD swasta di Medan dengan pengalaman mengajar lebih dari 20 tahun, mengaku kerap berinovasi menggunakan alat peraga yang dibuatnya sendiri.

Saya menggandakan gambar-gambar terkait materi pelajaran dari koran atau buku, lalu saya bagikan kepada siswa agar mereka mudah memahami materi yang diajarkan,” Catharina bertutur.

Hal serupa dilakukan Ani Kurniati (38), guru SD negeri di Yogyakarta. Ia berupaya menciptakan suasana santai dan menyenangkan setiap memberikan materi dengan memosisikan diri seperti seorang ibu yang mengasuh anaknya. Tak jarang ia membimbing anak didiknya memahami materi dengan praktik lapangan di luar ruang kelas.

Kedua contoh itu menggambarkan pergulatan guru. Idealnya, guru tak hanya mengajar, tetapi juga menjadi pendidik bagi siswa. Saat menjadi seorang pengajar, guru ”hanya” mengajarkan pengetahuan bagi anak didik. Sementara ketika mendidik, guru melibatkan diri pada seluruh proses pembelajaran dan mendorong motivasi anak didik untuk maju.

Menurut Dedi Supriadi dalam jurnal Educational Leadership 1993, lima ukuran seorang guru disebut profesional adalah komitmen pada siswa dan proses belajar, penguasaan mendalam pada mata pelajaran dan cara mengajar, memantau hasil belajar melalui berbagai cara evaluasi, berpikir sistematis dan belajar dari pengalaman, serta menjadi bagian dari masyarakat profesinya.

Dari berbagai kriteria ideal itu, tampaknya tak seluruh syarat mampu dipenuhi para guru. Dari hasil survei ini terlihat bahwa secara umum ada komitmen yang cukup kuat dari para guru terhadap profesinya. Semangat panggilan untuk menjadi seorang pendidik anak bangsa juga tersirat. Meski demikian, berbagai kelemahan terkait mekanisme pengajaran, cara pandang, ataupun sarana menjadi hambatan.

Upaya-upaya untuk meningkatkan kompetensi profesional guru terutama dilakukan kalangan guru-guru yang mengajar di sekolah yang berakreditasi A dan B. Adapun guru di sekolah yang berakreditasi C cenderung menerapkan pengajaran konvensional. Sebanyak 40 persen dari guru yang mengajar di sekolah berakreditasi C mengaku jarang menggunakan media peraga dalam mengajar siswanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tak sedikit guru yang masih ”memelihara kenyamanan” mengajar dengan semata-mata mengacu pada buku teks. Survei ini menunjukkan, mayoritas guru (70 persen) masih mengandalkan materi bahan ajar yang direkomendasikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta materi dari penerbit buku sebagai sumber informasi pengajaran. Dengan kata lain, pengayaan materi masih minim. Separuh lebih responden (61 persen) mengaku jarang memanfaatkan surat kabar atau karya sastra sebagai sarana mengembangkan inovasi pengajaran.

Tipe guru

Tipe guru ideal bisa tumbuh pada guru yang bertipe moderat atau terbuka. Dalam survei ini, indikator guru moderat adalah memiliki cara pandang lebih terbuka, seperti sepaham bahwa proses belajar antara guru dan siswa bersifat dialogis, proses belajar tak hanya terbatas ruang kelas, dan kompetensi keilmuan guru lebih penting ketimbang hal-hal seperti sertifikasi. Guru dengan tipikal konservatif lebih cenderung berpandangan sebaliknya.

Survei ini menemukan lebih dari separuh guru responden (57,5 persen) mendekati tipikal guru moderat atau terbuka. Sisanya bertipe konservatif. Tipe moderat cenderung terlihat pada guru-guru muda dengan pengalaman mengajar di bawah 15 tahun. Adapun tipe konservatif cenderung pada guru yang berpengalaman mengajar di atas 15 tahun.

Halaman:
Baca tentang


    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.