Kompas.com - 14/05/2013, 09:57 WIB
EditorCaroline Damanik

Guru yang bertipe moderat cenderung lebih melakukan upaya-upaya meningkatkan kompetensinya dibandingkan guru yang bertipe konservatif. Dalam mempersiapkan rencana pengajaran, misalnya, 31 persen guru bertipe moderat setiap hari melakukan. Hal serupa dilakukan 29 persen guru bertipe konservatif.

Mayoritas guru yang terjaring survei ini mengaku jarang mengikuti pendidikan dan pelatihan terkait peningkatan kompetensi guru. Hal itu terutama banyak dialami mereka yang mengajar di sekolah berakreditasi C. Dua pertiga responden di kalangan ini mengaku jarang atau bahkan tidak pernah mengikuti pendidikan dan pelatihan terkait kompetensi. Sebaliknya, 43 persen guru sekolah akreditasi B dan 38 persen guru sekolah akreditasi A mengikuti pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi.

Kesejahteraan

Tidak dimungkiri program sertifikasi guru yang digelar sejak beberapa tahun lalu merupakan langkah awal pengakuan negara atas profesionalisme guru. Namun, dari total guru di Indonesia pada 2011 sebanyak 2,92 juta orang, hanya 2,06 juta (70,5 persen) guru yang memenuhi syarat sertifikasi. Berdasarkan data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 1,1 juta guru sudah bersertifikat. Dari jumlah itu baru sekitar 731.000 guru yang menerima tunjangan sertifikasi.

Dari survei ini, hampir semua guru menilai program sertifikasi guru sangat penting. Selain dianggap sebagai penghargaan profesi, sertifikasi juga dimaknai sebagai tambahan penghasilan. Dua pertiga responden yang memiliki sertifikasi mengaku penghasilan yang diterima sudah sesuai dengan beban mengajar, bahkan 11 persen di antaranya merasa lebih dari cukup dibandingkan dengan beban mengajar. Sementara itu, lebih dari separuh responden yang belum mendapat sertifikasi guru mengaku penghasilan yang diterima lebih kecil dibandingkan dengan beban mengajar.

Hal ini menunjukkan, program sertifikasi guru meningkatkan kesejahteraan guru. Meski demikian, membaiknya kesejahteraan guru tidak serta-merta meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Separuh bagian guru mengaku kualitas pendidikan saat ini sama saja, bahkan 15 persen di antaranya mengaku lebih buruk dibandingkan dengan kondisi lima tahun lalu. Harus dilakukan upaya tambahan untuk memperbaiki pendidikan nasional tanpa mengurangi apa yang sudah menjadi hak para guru.

Dwi Erianto/Litbang KOMPAS

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang
     
    Pilihan Untukmu


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.