Fitri "Kalahkan" Gangguan Saraf demi Sekolah

Kompas.com - 14/05/2013, 10:20 WIB
EditorCaroline Damanik

Saya seorang anak pemotong getah. Kadang-kadang berangkat dari pagi sekitar pukul 06.00 WIB dan pulang hingga pukul 11.30 WIB baru pulang dari kebun. Kadang aku dan ibu lapar setelah pulang memotong getah karena belum makan dan minum. Tapi untung ada kakakku di rumah. Dia sangat rajin memasak lauk pauk untuk kami semua. Ayahku bekerja sebagai nelayan. Hasil dari ayah bekerja sebagai nelayan itu yang kami masak.

Saat air pasang, kami memotong getah hingga tergenang air. Kami memotong getah di dalam air yang sangat dingin.  Bila memotong getah di waktu banjir, saya banyak menemukan binatang. Terutama seperti ulat, kaki seribu, semut, lintah, siput, dan lain sebagainya yang hinggap di pohon. Sebenarnya saya sangat takut sekali memotong getah disaat banjir. Tapi kami tidak peduli dengan air pasang yang melaputi tubuh kami. Yang kami peduli adalah makan dan minum untuk kami sekeluarga. Mau tidak mau kami harus bekerja. Kalau tidak bekerja kami tidak akan makan.

Memotong getah, itulah harapan saya untuk bisa sekolah seperti teman lain. Bekerja sebagai nelayan tidak mampu mencukupi kebutuhan kami semua. Oleh karena itu kami harus bekerja setiap hari. Dan saya bekerja setiap hari, untuk membiayai sekolah saya dan membiayai makan minum saya.

Saat musim kemarau, Saya dan ibu saya sesampai di penyinggahan naik ke atas tanah tanah yang disertai lumpur. Kaki kami kotor. Tapi kami tidak peduli. Saya dan ibu berjalan terus hingga tiba di kebun kemudian memotong getah. Itulah, betapa sulitnya mencari uang untuk makan dan minum sehari-hari. Tapi kami tidak putus asa bekerja setiap hari. Begitu pula ayahku yang bekerja, berangkat pagi hari dan pulang siang hari untuk menghidupi kami sekeluarga.

Kadang di sekolah, kalau saya belum lapar saya tidak pernah membeli makanan maupun minuman walaupun saya ingin sekali membelinya. Sedangkan teman-temanku, mereka lapar atau tidak, tetap bisa membeli makanan ataupun minuman.Bukan hanya itu saja, kalau ada soal latihan dan saya salah mengerjakannya maka saya tidak mau boros. Kalau teman-teman saya bukunya disobek dan mengerjakan di kertas yang baru. Oleh karena itu saya menabung. Jadi, saat saya ingin membeli sesuatu saya tinggal mengambil uang di dalam tabungan saya sehingga tidak perlu repot-repot meminta uang pada kedua orang tua saya.

Saya belajar hidup mandiri dari kecil hingga sekarang. Oleh karena itu saya tidak pernah menyerah untuk berhenti bekerja. Supaya saya bisa sekolah seperti teman-teman yang lain. Saya sekolah. Saya akan belajar sungguh-sungguh supaya kedua orang tua saya bangga. Saya sekolah agar bisa meraih cita-cita saya menjadi seorang guru. Itulah saya, Fitri Muyanti anak yang mandiri di sekolah maupun di rumah."
 

Tepat dua bulan meninggalkan desa untuk berobat, Fitri kembali dengan kondisi yang lebih baik. Gangguan saraf yang diperkirakan akan menghalangi kemampuan berpikir Fitri sehingga ia tidak diperbolehkan bersekolah bisa dikalahkan dengan kemauan keras Fitri untuk melanjutkan sekolah. Yah, kini Fitri sudah kembali ke bangku sekolah. Meskipun dengan badan yang tak sekuat dulu, tekad bulat Fitri untuk menjadi guru  membuatnya bisa terus melangkah dan belajar. Meskipun dua bulan tertinggal dari teman-temannya, dengan penuh semangat, ia meminjam catatan teman-temannya dan mampu mengejar bahkan mengungguli kawan-kawan yang lain dan terpilih menjadi wakill SMP 4 SATAP Bunut hilir untuk maju di ajang OSN Biologi di Kota Putussibau. Maju Terus Fitri. Pemotong getah bisa jadi guru.

 

Halaman:
Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    Close Ads X