Kompas.com - 29/05/2013, 17:07 WIB
Penulis Riana Afifah
|
EditorCaroline Damanik

JAKARTA, KOMPAS.com - Banyak pihak mengkhawatirkan kembali terulangnya masalah pencetakan naskah Ujian Nasional (UN) dalam pengadaan buku untuk Kurikulum 2013. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sendiri menjamin bahwa percetakan bermasalah tidak diperbolehkan ikut lelang kali ini.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh, menegaskan bahwa percetakan yang bermasalah pada UN lalu tidak lagi diperbolehkan ikut dalam tender lelang kali ini. Hal ini sesuai dengan peraturan perundang-undangan bahwa lelang hanya diperuntukkan bagi perusahaan dengan rekam jejak baik.

"Tentu saja tidak boleh lagi ikut dalam lelang kali ini. Kami akan lebih selektif lagi dalam menentukan percetakan mana," kata Nuh di Kemdikbud, Jakarta, Rabu (29/5/2013).

Ia juga menjelaskan bahwa kali ini ada 20 paket buku yang akan siap dilelang. Durasi yang diberikan pada percetakan juga tampaknya akan berkisar selama sebulan karena pada tanggal 15 Juli buku sudah harus bisa digunakan oleh sekolah untuk implementasi kurikulum baru.

"14 Juli pasti sudah sampai di daerah dan sekolah. Jadi saat ajaran baru langsung bisa digunakan," jelas Nuh.

Ia juga mengungkapkan bahwa pencetakan buku ini tidak serumit mencetak naskah UN yang sifatnya rahasia. Tidak hanya itu, pencetakan juga bisa langsung banyak karena tidak ada perbedaan kode seperti pada naskah UN yang sampai 20 variasi kode soal.

"Ini lebih terbuka dan sudah ngecek ke Polimedia dalam sejam itu bisa mencetak 25.000 eksemplar buku. Dalam 10 jam saja sudah jadi 250.000 buku," ungkapnya.

Seperti diketahui, jumlah buku yang dicetak kali ini menurun dari asumsi sebelumnya karena jumlah sekolah yang menjadi sasaran kurikulum baru juga menurun. Dengan anggaran sebesar Rp 172 miliar, Kemdikbud akan mencetak sebanyak 9.767.280 eksemplar.

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.