Nilai Rata-rata UN SMP Turun, Cuma 6,1 - Kompas.com

Nilai Rata-rata UN SMP Turun, Cuma 6,1

Kompas.com - 31/05/2013, 16:28 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai rata-rata Ujian Nasional (UN) 2013 untuk tingkat SMP/MTs turun. Tahun lalu, nilai rata-rata ujian nasional di jenjang ini mencapai 7,47, sementara tahun ini hanya 6,1.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) M Nuh mengungkapkan analisis terhadap penurunan nilai rerata ini. Menurutnya, ini dipengaruhi bobot soal tahun antara tahun lalu dan tahun ini.

"Memang turun 1,37 nilai rerata UN murni untuk jenjang SMP/MTs kali ini," kata Nuh saat jumpa pers di Gedung A Kemdikbud, Jakarta, Jumat (31/5/2013).

Pada tahun ini, lanjutnya, bobot soal yang sulit naik menjadi 20 persen sedangkan pada tahun lalu bobot soal yang sulit jumlahnya hanya mencapai 10 persen saja dari keseluruhan soal.

"Jadi kalau nilai itu 1,37 itu, analisa kami bobot soal yang sulit karena kami naikan. Dari 10 persen jadi 20 persen," ungkapnya.

Namun menurutnya, kenaikan bobot soal ini dinilai wajar. Pasalnya, selama ini nilai batas kelulusan sudah sampai pada batas yang sesuai yaitu 5,5 sehingga yang memungkinkan untuk perbaikan adalah dengan menaikkan bobot soal tersebut.

"Dinaikkan itu kan maksudnya agar tambah baik lagi. Jadi tidak apa, dengan demikian ke depannya harus lebih siap lagi," tandasnya.

 


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorCaroline Damanik
    Komentar

    Terkini Lainnya

    Dishub Tambah Durasi Lampu Hijau demi Urai Kemacetan di Pasar Tasik

    Dishub Tambah Durasi Lampu Hijau demi Urai Kemacetan di Pasar Tasik

    Megapolitan
    Hakim Tunda Vonis 8 WN Taiwan Penyelundup 1 Ton Sabu-sabu

    Hakim Tunda Vonis 8 WN Taiwan Penyelundup 1 Ton Sabu-sabu

    Megapolitan
    Bersama Dua Teman, Pria Ini Bergantian Perkosa Putri Kandungnya

    Bersama Dua Teman, Pria Ini Bergantian Perkosa Putri Kandungnya

    Internasional
    Akademi Antikorupsi, Kuliah Singkat Lawan Korupsi dengan Metode 'E-Learning'

    Akademi Antikorupsi, Kuliah Singkat Lawan Korupsi dengan Metode "E-Learning"

    Nasional
    Perpanjangan Waktu Ganjil-Genap Sudirman-Thamrin Mulai Diuji Coba Senin

    Perpanjangan Waktu Ganjil-Genap Sudirman-Thamrin Mulai Diuji Coba Senin

    Megapolitan
    Mobil Tabrak Pipa Saluran Gas Bikin Rumah Berusia 60 Tahun Meledak

    Mobil Tabrak Pipa Saluran Gas Bikin Rumah Berusia 60 Tahun Meledak

    Internasional
    Cak Imin Merasa Dipuji Jokowi soal Baliho Wajahnya Lebih Banyak Dibanding Promosi Asian Games

    Cak Imin Merasa Dipuji Jokowi soal Baliho Wajahnya Lebih Banyak Dibanding Promosi Asian Games

    Nasional
    Pedagang di Jalan Jatibaru Akan Dipindah ke Lahan Milik Sarana Jaya

    Pedagang di Jalan Jatibaru Akan Dipindah ke Lahan Milik Sarana Jaya

    Megapolitan
    Mantan Narapidana Korupsi Dianggap Tak Berhak Tempati Kursi Parlemen

    Mantan Narapidana Korupsi Dianggap Tak Berhak Tempati Kursi Parlemen

    Nasional
    Berkat YouTube, Pria yang Hilang 40 Tahun Bertemu dengan Keluarganya

    Berkat YouTube, Pria yang Hilang 40 Tahun Bertemu dengan Keluarganya

    Internasional
    Terlilit Utang, Pegawai BRI Kuras Dana Nasabah hingga Rp 562 Juta

    Terlilit Utang, Pegawai BRI Kuras Dana Nasabah hingga Rp 562 Juta

    Regional
    Trump Siap Bekerja Ekstra Keras Demi Warga Jepang yang Diculik Korut

    Trump Siap Bekerja Ekstra Keras Demi Warga Jepang yang Diculik Korut

    Internasional
    Satu Warga di Pulau Buru Terjangkit Penyakit Aneh, Diduga karena Merkuri

    Satu Warga di Pulau Buru Terjangkit Penyakit Aneh, Diduga karena Merkuri

    Regional
    Jaksa Keberatan Fredrich Sebut Penyidik KPK Desersi Polri

    Jaksa Keberatan Fredrich Sebut Penyidik KPK Desersi Polri

    Nasional
    Curi Kucing untuk Dijadikan Sup Tradisional, 2 Pria Ditangkap

    Curi Kucing untuk Dijadikan Sup Tradisional, 2 Pria Ditangkap

    Internasional
    Close Ads X